Riyan Hidayatuloh
STIKes Permata Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi manajemen diri melalui senam Ce’Esi (cegah hipertensi) sebagai upaya pengendalian tekanan darah Salwa Putri Nafisa Aurellia Borsalino; Pande Ni Made Intan Puspita Sari; Shinta Arini Ayu; Muhamad Rifky Ramanda; Riyan Hidayatuloh
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 3 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i3.3349

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that is a global health problem. Regularly performing hypertension prevention exercises, a maximum of three times a week, will provide indirect health benefits by improving heart function, lowering blood pressure, and increasing the energy needs of cells, tissues, and organs. Purpose: To determine the effect of Ce'Esi exercises on lowering blood pressure in hypertensive patients. Method: The community service activity was conducted in the Muka Community Health Center (Puskesmas) work area in Cianjur Regency. A pre-experimental design approach with a one-group pre-test and post-test was used to assess changes in blood pressure after the exercise intervention in the target group. A purposive sampling technique was used to select 20 individuals with hypertension as respondents. The intervention, Ce'Esi (Prevent Hypertension) exercises, was performed collaboratively under the guidance of a team of counselors. The exercises lasted approximately 30 minutes, consisting of a warm-up, core movements, and a cool-down. The intensity of the exercises was adjusted to the participants' abilities and was performed with light to moderate movements to ensure safety for those with hypertension. Blood pressure measurements were taken before and after the Ce'Esi (Prevent Hypertension) exercise intervention, with systolic blood pressure ≥140 mmHg considered normal and diastolic blood pressure ≥90 mmHg considered normal. Measurements were taken twice, with an interval of 1-2 minutes, and the average value was taken to obtain more accurate results. Blood pressure measurements were taken again after participants completed the exercise and rested for 10-15 minutes to observe changes in blood pressure after the intervention. Results: The average age of respondents was 43.10 years with a standard deviation of ±7.79 years. The majority of respondents were between 45 and 59 years of age (55.0%). The majority of respondents were female (70.0%). Pre-intervention systolic/diastolic blood pressure measurements showed 20 respondents in the high category (100.0%), but there was a proportional change after the intervention, with 12 respondents (60.0%) in the normal category and 8 respondents (40.0%) in the high category. Conclusion: Ce'Esi exercises are highly effective in reducing systolic and diastolic blood pressure in hypertensive patients. Ce'Esi exercises are a highly effective, easy, and inexpensive non-pharmacological therapy for hypertensive patients in controlling blood pressure. Suggestion: It is hoped that Ce'Esi exercises can be implemented as a component of community service programs by students and lecturers in efforts to manage hypertension in the community. It is hoped that Ce'Esi exercises can be performed regularly, either collectively or individually, by hypertension sufferers in the Muka Community Health Center area, especially by Caringin residents, and become a mandatory routine. Keywords: Blood pressure; Hypertension; Hypertension prevention exercises; Non-pharmacological Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Senam pencegahan hipertensi yang dilakukan secara rutin maximal 3 kali dalam seminggu akan memberikan manfaat bagi kesehatan secara tidak langsung akan memberikan efek peningkatan fungsi jantung dan menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kebutuhan energi oleh sel, jaringan dan organ dalam tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh senam Ce’Esi terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Muka, Kabupaten Cianjur. Menggunakan pendekatan pre-experimental design dengan rancangan one group pre-test dan post-test untuk melihat perubahan tekanan darah setelah diberikan intervensi senam pada kelompok sasaran. Dengan teknik purposive sampling mendapatkan 20 orang yang mengidap hipertensi untuk menjadi responden. Intervensi berupa senam Ce’Esi (Cegah Hirpertensi) yang dilakukan secara bersama-sama dengan dipandu oleh tim penyuluh. Senam dilakukan selama ±30 menit yang terdiri dari pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan. Intensitas senam disesuaikan dengan kemampuan peserta dan dilakukan dengan gerakan ringan hingga sedang agar aman bagi penderita hipertensi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa senam Ce’Esi (Cegah Hipertensi) dengan ketentuan dimana jka tekanan darah sistolik tinggi ≥140 mmHg ˃normal dan tekanan darah diastolik tinggi ≥90 mmHg˃ normal. Pengukuran dilakukan sebanyak dua kali, dengan selang waktu 1-2 menit, kemudian diambil nilai rata-ratanya untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Pengukuran tekanan darah kembali dilakukan setelah peserta selesai melakukan senam dan beristirahat salama 10-15 menit untuk melihat perubahan tekanan darah setelah intervensi. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 43.10 tahun dengan simpangan baku ±7.79 tahun dan mayoritas responden berada di rentang usia 45-59 tahun yaitu sebesar 55.0%. Sedangkan jenis kelamin responden, sebagian besar adalah perempuan yaitu sebesar 70.0%. Data pengukuran tekanan darah sistolik/diastolik responden sebelum intervensi adalah sebanyak 20 responden dalam kategori tinggi (100.0%) dan terdapat perubahan secara proporsional setelah intervensi menjadi sebanyak 12 responden (60.0%) dalam kategori normal dan sebanyak 8 responden (40.0%) dalam kategori tinggi. Simpulan: Senam Ce’Esi sangat berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi. Senam Ce’Esi merupakan terapi non-farmakologi yang sangat efektif, mudah dan murah bagi penderita hipertensi dalam mengendalikan tekanan darah. Saran: Diharapkan bahwa senam Ce’Esi ini dapat dilakukan sebagai komponen program pengabdian masyarakat oleh pelajar dan dosen dalam upaya penatalaksanaan hipertensi di masyarakat. Senam Ce’Esi diharapkan dapat dilakukan secara rutin bersama–sama maupun individu oleh para penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Muka, khususnya oleh para warga Caringin dan menjadikannya rutinitas yang harus dilakukan.