Livia Gultom
Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan NIB dan Optimalisasi Media Sosial Instagram pada UMKM Laundry Express Jogja-Daris Sleman Livia Gultom; Diana Airawaty
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): JIPPM - Juni 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.1208

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada UMKM jasa laundry yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Ngropoh, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah dua hal mendasar. Pertama, belum dimilikinya Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas usaha yang sah. Kedua, belum dimilikinya akun media sosial Instagram untuk keperluan promosi usaha di era digital. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan pembuatan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan memberikan pendampingan pembuatan akun media sosial Instagram beserta pengisian profil yang informatif. Metode pelaksanaan meliputi survei awal (observasi partisipatif dan wawancara) serta pendampingan teknis dengan metode hands-on practice. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM berhasil memperoleh NIB digital yang sah setelah proses pendaftaran melalui sistem OSS. NIB digital tersebut kemudian dicetak dan dilaminasi untuk dipajang di tempat usaha sebagai bentuk legitimasi. Selain itu, pelaku UMKM juga berhasil memiliki akun Instagram bisnis dengan bio yang informatif berisi alamat, jam operasional, dan nomor WhatsApp. Dan terjadi peningkatan pemahaman pelaku UMKM, yaitu kesadaran bahwa pembuatan NIB mudah, cepat dan gratis, serta pengakuan bahwa media sosial penting untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Keberhasilan kegiatan diukur melalui tiga indikator: (1) tersedianya sertifikat NIB cetak yang siap digunakan untuk pengajuan KUR; (2) kemampuan pelaku UMKM mengoperasikan akun Instagram secara mandiri pasca-pendampingan; dan (3) pemahaman pelaku UMKM tentang prosedur pemanfaatan NIB untuk administrasi usaha. Hambatan yang ditemui selama kegiatan meliputi keterbatasan waktu pelaku usaha karena harus melayani pelanggan langsung serta literasi digital awal yang masih rendah.