Cindy Mutianta Br. Ginting
Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Financial Distress Cindy Mutianta Br. Ginting; Arie Pratania Putri; Rahima Br Purba
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 4 (2026): October
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i4.4153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana kinerja keuangan memengaruhi kerentanan terhadap financial distressdi perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) dari tahun 2020 hingga 2024. Pentingnya eksplorasi ini digarisbawahi oleh laporan Peringatan Financial distress (ADA) yang dirilis pada awal tahun 2024, yang menunjukkan pemulihan pasca-pandemi yang rapuh untuk perdagangan ritel, dengan sekitar 44% bisnis mengalami stagnasi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang berpusat pada analisis deskriptif dan verifikasi hipotesis, pemilihan sampel dilakukan melalui purposive sampling. Parameter yang dibutuhkan adalah perusahaan harus mempertahankan pencatatan aktif di IDX, menyajikan laporan keuangan tahunan yang diaudit secara konsisten, dan memberikan indikator operasional yang komprehensif. Akibatnya, 18 perusahaan ritel memenuhi tolok ukur ini, menghasilkan 90 observasi berbeda selama jangka waktu 5 tahun tersebut. Kesehatan keuangan perusahaan diukur melalui empat dimensi inti: Return on Assets (ROA) untuk profitabilitas, Quick Ratio (QR) untuk likuiditas, Debt to Assets Ratio (DAR) untuk leverage, dan Total Assets Turnover (TATO) untuk efisiensi. Sebaliknya, risiko insolvensi perusahaan ditentukan dengan menggunakan kerangka kerja Altman Z-Score yang dimodifikasi, yang dikonversi ke format dummy biner (0 mewakili tidak mengalami kesulitan dan 1 mewakili kesulitan). Karena hasil yang diprediksi bersifat kategorikal, teknik regresi logistik digunakan untuk analisis data. Temuan empiris menunjukkan bahwa, secara kolektif, metrik keuangan memberikan dampak yang signifikan terhadap probabilitas kesulitan, dibuktikan dengan nilai signifikansi gabungan sebesar 0,000. Namun, secara individual, tidak ada satu pun indikator yang muncul sebagai peramal independen yang signifikan; tingkat signifikansi parsial berada pada 0,114 untuk ROA, 0,091 untuk QR, 0,161 untuk DAR, dan 0,062 untuk TATO. Meskipun demikian, model yang diestimasi menunjukkan kapasitas prediksi yang luar biasa, yang ditunjukkan oleh akurasi klasifikasi sebesar 95,6% dan Nagelkerke R-Square sebesar 94,7%. Pada akhirnya, studi ini menyimpulkan bahwa kerangka diagnostik holistik—yang menggabungkan metrik akuntansi internal dengan kekuatan eksogen seperti pergeseran makroekonomi, fluktuasi permintaan konsumen, dan tata kelola internal—sangat penting untuk menangkap spektrum penuh dinamika kesulitan keuangan.