Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi isu di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Program ini dinilai memiliki manfaat strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan gizi peserta didik. Namun demikian, kelanjutan pelaksanaannya masih menimbulkan berbagai kontroversi di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, isu penghentian Program Makan Bergizi Gratis perlu dikaji secara mendalam dalam perspektif sosial masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, guna memahami dinamika penerimaan, resistensi, serta tantangan implementasinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis respon serta dinamika sosial terhadap keinginan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan jenis penelitian kepustakaan (library Research). Data diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, sumber akademik yang relevan, konten media sosial, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBG dipersepsikan positif karena mendukung penyediaan gizi siswa dan meningkatkan perhatian terhadap kesehatan peserta didik, namun juga menimbulkan kontroversi terkait konsistensi pelaksanaan, kualitas layanan, dan pengeluaran anggaran. Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis memerlukan evaluasi berkelanjutan serta keterlibatan berbagai pihak agar tujuan sosial dan pendidikan dapat tercapai secara optimal.