Reni Haerani
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TUBUH DIGITAL DAN RUANG KOLABORATIF: TRANSFORMASI ESTETIKA DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI KONTEMPORER Asti Nurmayanti; Trianti Nugraheni; Reni Haerani
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.104729

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi estetika dalam proses penciptaan karya tari kontemporer di era digital melalui pemanfaatan media digital sebagai ruang kolaboratif. Fenomena kolaborasi virtual yang muncul akibat perkembangan teknologi telah mengubah cara seniman berinteraksi, berkreasi, dan merefleksikan tubuh dalam konteks artistik. Dengan menggunakan pendekatan Art-Based Research (ABR), penelitian ini menempatkan praktik seni sebagai metode utama untuk memahami relasi antara tubuh, ruang, dan media digital dalam penciptaan karya tari berjudul Ambang Batas. Proses penelitian dilakukan melalui observasi, dokumentasi interaksi digital, dan refleksi artistik atas praktik kolaboratif lintas wilayah menggunakan berbagai platform seperti Google Meet, WhatsApp Group, Google Drive, YouTube, Instagram, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital berfungsi tidak hanya sebagai sarana komunikasi dan dokumentasi, tetapi juga sebagai ruang epistemik yang memungkinkan pertukaran ide, refleksi estetika, serta penciptaan bentuk tubuh digital yang baru. Kolaborasi daring dalam penciptaan karya tari ini melahirkan bentuk estetika hibrid dengan menggabungkan kehadiran fisik dan virtual yang memperkaya dinamika kreatif serta memperluas ruang ekspresi seni pertunjukan kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media digital membuka peluang baru bagi kolaborasi lintas batas dalam seni pertunjukan, sekaligus memperkuat paradigma riset seni berbasis praktik yang bersifat reflektif dan partisipatif.
TRILOGI KI HAJAR DEWANTARA SEBAGAI KERANGKA PEMAKNAAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA GONG SI BOLONG DAN TARI TAYUB Uci Rahmawati; Uus Karwati; Reni Haerani
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.106252

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara Gong Si bolong dan Tari tayub dengan Trilogi Ki Hajar Dewantara, sebagai dasar penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Gong Si Bolong merupakan instrumen gamelan khas Depok yang memiliki bentuk unik berlubang di bagian pencon, sedangkan Tari Tayub adalah tradisi Jawa yang tumbuh di masyarakat agraris dan sering dipentaskan pada upacara panen atau sedekah bumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur dan analisis video dokumenter. Fokus penelitian ini diarahkan pada aspek musikalitas, koreografis, serta nilai filosofis yang terkandung dalam kesenian tradisional ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gong Si Bolong berperan penting sebagai penanda siklus dan pusat harmoni dalam struktur laras pelog, sedangkan Tari Tayub menampilkan gerak improvisatif yang menyatu dengan irama gamelan. Keduanya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai seperti gotong-royong, spiritualitas, estetika, perjuangan budaya, dan pendidikan karakter. Nilai tersebut sejalan dengan prinsip Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran seni berbasis budaya lokal serta pelestarian warisan budaya sebagai media pembentukan karakter bangsa.