Penelitian ini membahas transformasi estetika dalam proses penciptaan karya tari kontemporer di era digital melalui pemanfaatan media digital sebagai ruang kolaboratif. Fenomena kolaborasi virtual yang muncul akibat perkembangan teknologi telah mengubah cara seniman berinteraksi, berkreasi, dan merefleksikan tubuh dalam konteks artistik. Dengan menggunakan pendekatan Art-Based Research (ABR), penelitian ini menempatkan praktik seni sebagai metode utama untuk memahami relasi antara tubuh, ruang, dan media digital dalam penciptaan karya tari berjudul Ambang Batas. Proses penelitian dilakukan melalui observasi, dokumentasi interaksi digital, dan refleksi artistik atas praktik kolaboratif lintas wilayah menggunakan berbagai platform seperti Google Meet, WhatsApp Group, Google Drive, YouTube, Instagram, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital berfungsi tidak hanya sebagai sarana komunikasi dan dokumentasi, tetapi juga sebagai ruang epistemik yang memungkinkan pertukaran ide, refleksi estetika, serta penciptaan bentuk tubuh digital yang baru. Kolaborasi daring dalam penciptaan karya tari ini melahirkan bentuk estetika hibrid dengan menggabungkan kehadiran fisik dan virtual yang memperkaya dinamika kreatif serta memperluas ruang ekspresi seni pertunjukan kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media digital membuka peluang baru bagi kolaborasi lintas batas dalam seni pertunjukan, sekaligus memperkuat paradigma riset seni berbasis praktik yang bersifat reflektif dan partisipatif.