Diky Saputra Hutabalian
Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIGITALIZATION AND DEEP LEARNING IN TEACHING INDONESIAN LITERATURE: STRATEGIES FOR BUILDING CRITICAL LITERACY Diky Saputra Hutabalian; Nensy Megawati Simanjuntak; Arumtyas Puspitaning Padmasari; Victor MTL Tobing; Imron Amrullah
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.105389

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital dan kecerdasan buatan, khususnya deep learning, telah memperkenalkan paradigma baru dalam pengajaran sastra Indonesia. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan pendekatan teknologi ke dalam pembelajaran sastra yang selama ini cenderung bersifat konvensional, agar peserta didik mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis sekaligus literasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi digitalisasi dan penerapan deep learning dalam meningkatkan efektivitas pengajaran sastra Indonesia, serta merumuskan strategi pembelajaran yang menumbuhkan literasi kritis pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang bersumber dari referensi primer dan sekunder terkait pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan bahasa dan sastra. Data dianalisis dengan teknik deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi pola integrasi teknologi, tantangan, serta peluang dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dan deep learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sastra dengan menjadikannya lebih interaktif, personal, dan kontekstual. Melalui analisis teks otomatis, peserta didik dapat mengeksplorasi makna karya sastra secara lebih mendalam, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses interpretasi kritis. Pembahasan juga menyoroti isu-isu etis, kesiapan infrastruktur, serta perlunya peningkatan kompetensi literasi digital guru. Kesimpulannya, digitalisasi dan deep learning bukan sekadar alat teknologi, melainkan juga strategi pedagogis untuk menumbuhkan literasi kritis, yang pada akhirnya memperkuat relevansi pembelajaran sastra Indonesia di era digital