Nia Novita Putri
Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSTRUKSI TINDAK TUTUR LAKI-LAKI TERHADAP ISU GENDER DALAM PODCAST “SUSAHNYA JADI PEREMPUAN” Erinda Nur Melati Jannah; Nina Queena Hadi Putri; Nia Novita Putri; Alfian Rokhmansyah
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.106172

Abstract

Pada era digital bahasa yang digunakan dalam media seperti podcast tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga mencerminkan cara pandang masyarakat terhadap berbagai isu, termasuk kesetaraan gender. Penelitian ini membahas bentuk dan makna tindak tutur yang digunakan oleh narasumber laki-laki dalam podcast “Susahnya Jadi Perempuan” bagian 1 dan bagian 2 yang dipandu oleh Najwa Shihab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur yang digunakan oleh narasumber laki-laki serta memahami bagaimana tuturan mereka merepresentasikan pandangan terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa transkripsi, seleksi, dan klasifikasi tuturan yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur asertif, direktif, dan ekspresif paling dominan digunakan untuk menyatakan pandangan, memberi saran, dan mengekspresikan empati terhadap perempuan. Tuturan-tuturan tersebut memperlihatkan adanya kesadaran sosial dan perubahan cara pandang laki-laki terhadap isu kesetaraan gender di ruang publik digital.
The Form of Culture in East Kalimantan Folklore Larangan Mersapik: Literary Antrhopological Study Herlinda Wati; Nina Queena Hadi Putri; Alfian Rokhmansyah; Nia Novita Putri
Humanitatis : Journal of Language and Literature Vol. 12 No. 2 (2026): Humanitatis: Journal of Language and Literature: In-Press
Publisher : LPPM Universitas Bumigora Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/humanitatis.v12i2.6233

Abstract

This study examines the cultural values contained in the folktale Larangan Mersapik through a literary anthropology approach. The main problem of this research is how cultural forms are represented in the story and how they reflect the community’s belief system and social life. This study aims to identify and analyze the cultural elements and cultural manifestations reflected in the folktale as a representation of local wisdom. The research uses a qualitative descriptive method with a literary anthropology approach. Data was obtained through documentation techniques by examining narrative units in the folktale that represent cultural values, social norms, belief systems, and traditional knowledge. The analysis is based on Koentjaraningrat’s concept of cultural forms, which includes ideal culture (values, ideas, and norms), social activities (patterned social actions), and physical culture (artifacts). The results show that the folktale Larangan Mersapik reflects three interconnected forms of culture. The ideal form is reflected in the belief that Mersapik is a spiritual entity related to ancestral spirits and environmental balance. The activity form appears in collective social actions such as customary deliberations and ritual ceremonies conducted to restore social harmony. Meanwhile, the physical form is represented through ritual objects and traditional tools that function not only as practical objects but also as symbolic media connecting humans with the spiritual world. These findings indicate that the folktale serves as a cultural medium that preserves traditional knowledge, moral values, and ecological awareness within the community.