Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA MULTIPLE ACCOUNT INSTAGRAM PADA MAHASISWA HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KOMUNIKASI DIGITAL Ulima Larisa; Queendira Zedi Paradila; Srikandi Nabila Rahmani
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena penggunaan multiple account di media sosial Instagram pada mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital Universitas Negeri Jakarta angkatan 2024. Sebagai generasi digital native, mahasiswa cenderung melakukan segmentasi audiens untuk memisahkan representasi diri secara profesional dan personal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman serta dikorelasikan dengan teori Johari Window. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa memiliki empat akun Instagram dengan fungsi yang berbeda. Akun pertama digunakan sebagai tempat personal branding (open area), akun kedua dan ketiga digunakan sebagai tempat ekspresi diri yang lebih personal (hidden area), serta akun tambahan lainnya sebagai arsip atau kebutuhan lain. Temuan mengungkapkan adanya pola hubungan terbalik antara jumlah pengikut dan tingkat kepercayaan, di mana semakin sedikit pengikut di suatu akun, semakin tinggi tingkat keterbukaan diri pemilik akun. Meskipun menampilkan sisi diri yang berbeda di tiap akun, mahasiswa tetap memaknai representasi tersebut sebagai bagian dari identitas asli mereka yang disesuaikan dengan konteks audiens digital.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena penggunaan multiple account di media sosial Instagram pada mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital Universitas Negeri Jakarta angkatan 2024. Sebagai generasi digital native, mahasiswa cenderung melakukan segmentasi audiens untuk memisahkan representasi diri secara profesional dan personal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman serta dikorelasikan dengan teori Johari Window. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa memiliki empat akun Instagram dengan fungsi yang berbeda. Akun pertama digunakan sebagai tempat personal branding (open area), akun kedua dan ketiga digunakan sebagai tempat ekspresi diri yang lebih personal (hidden area), serta akun tambahan lainnya sebagai arsip atau kebutuhan lain. Temuan mengungkapkan adanya pola hubungan terbalik antara jumlah pengikut dan tingkat kepercayaan, di mana semakin sedikit pengikut di suatu akun, semakin tinggi tingkat keterbukaan diri pemilik akun. Meskipun menampilkan sisi diri yang berbeda di tiap akun, mahasiswa tetap memaknai representasi tersebut sebagai bagian dari identitas asli mereka yang disesuaikan dengan konteks audiens digital.
Pendampingan Literasi Media Kritis Mengenai Homeless Media dan Media Arus Utama pada Santri PP Al Wathoniyyah Indah Fajar Rosalina; Anggun Nadia Fatimah; Menati Fajar Rizki; Asep Soegiarto; Ulima Larisa; Audya Wulan Maharani; Queendira Zedi Paradila; Dyaneira Ramadanila
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i3.5766

Abstract

Perkembangan media digital yang masif menghadirkan tantangan serius berupa misinformasi, disinformasi, dan bias ideologis, khususnya bagi siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Wathoniyyah Klender, Jakarta Timur yang belum memiliki keterampilan literasi media kritis memadai untuk membedakan media arus utama dan homeless media. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi media kritis siswa melalui pendampingan terstruktur, mencakup pemahaman karakteristik media, kemampuan mengidentifikasi hoaks dan framing, serta penguatan etika bermedia berbasis nilai keislaman. Kegiatan ini melibatkan 25 siswa kelas XII MA Pondok Pesantren Al Wathoniyyah Klender sebagai mitra sasaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatoris melalui lima tahapan: (1) sosialisasi dan pre-test, (2) pelatihan literasi media melalui ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus, (3) penguatan etika bermedia, (4) pendampingan dan evaluasi melalui post-test, serta (5) penyusunan booklet edukatif sebagai luaran keberlanjutan. Hasil kegiatan yang ditargetkan meliputi peningkatan nilai post-test literasi media sebesar 95% dari pre-test, kemampuan di atas 96% siswa mengidentifikasi ciri hoaks, perubahan sikap etika bermedia, serta tersusunnya poster edukatif. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Keywords: Homeless Media, Literasi Media, Pondok Pesantren