Febri Sarah Magdalena Situmorang
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERJUANGAN TOKOH ANAK-ANAK PEREMPUAN DALAM TIGA NOVEL SERI KKPK (KECIL-KECIL PUNYA KARYA) DALAM KAJIAN EKOFEMINISME Febri Sarah Magdalena Situmorang; Ikhwanudin; Dwi Widayanti
Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) Vol. 16 No. 1 (2026): Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/awmmet49

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguraikan peran serta pengaruh tokoh-tokoh anak perempuan terhadap alam dan lingkungan dalam tiga novel seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK), yakni Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra, Petualangan di Hutan Mangrove karya Queen Aura, dan Kemala the Underwater Princess karya Dhaffina Al Zaskhia. Fokus kajian tidak hanya menyoroti keterlibatan mereka dalam isu lingkungan, tetapi juga menegaskan bahwa perempuan, bahkan sejak usia belia, memiliki kapasitas untuk berpikir kritis, bertindak nyata, dan berperan sebagai agen perubahan dalam menjaga keseimbangan ekosistem Analisis dilakukan melalui perspektif ekofeminisme aliran alam, yang menitikberatkan pada hubungan emosional dan spiritual mendalam antara anak perempuan dan alam. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menghadirkan pemaparan komprehensif mengenai penerapan konsep ekofeminisme dalam karya-karya tersebut. Data diperoleh melalui teknik membaca secara cermat dan pencatatan temuan yang relevan. Temuan penelitian mengungkap bahwa tokoh-tokoh anak perempuan dalam ketiga novel tidak hanya memiliki kesadaran ekologis yang kuat, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan konkret untuk menjaga kelestarian lingkungan. Mereka menjalankan peran sebagai penjaga alam yang berpengaruh terhadap lingkup sosial terdekat, mulai dari teman sebaya, keluarga, hingga masyarakat dan institusi. Dorongan untuk bertindak lahir dari kasih sayang, empati, serta rasa tanggung jawab terhadap alam, yang membuktikan bahwa anak perempuan memiliki potensi signifikan sebagai penggerak perubahan dalam isu-isu lingkungan hidup.