Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi konsumen terhadap strategi promosi digital berupa live streaming TikTok, potongan harga, dan gratis ongkir pada produk Glad2Glow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi berdasarkan teori encoding–decoding yang dikemukakan oleh Stuart Hall. Teori ini menekankan bahwa audiens berperan aktif dalam memaknai pesan media melalui tiga posisi pembacaan, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi. Subjek penelitian terdiri dari empat informan perempuan berusia 19–25 tahun yang aktif menggunakan TikTok dan memiliki pengalaman berinteraksi dengan live streaming produk Glad2Glow. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola pemaknaan informan terhadap strategi promosi yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan berada pada posisi pembacaan dominan dan negosiasi. Live streaming dimaknai sebagai sarana yang meningkatkan kepercayaan karena memungkinkan interaksi dua arah dan demonstrasi produk secara langsung. Potongan harga dan gratis ongkir dipersepsikan sebagai stimulus yang memperkuat dorongan pembelian, meskipun tetap dipertimbangkan secara rasional. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen digital tidak sepenuhnya pasif dalam menerima pesan promosi, melainkan secara aktif menafsirkan dan menegosiasikan makna sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan mereka. Penelitian ini memperkaya kajian analisis resepsi dalam konteks komunikasi pemasaran digital serta menunjukkan relevansi teori encoding–decoding dalam memahami praktik live commerce di media sosial.