Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Pengembangan Infrastruktur Hijau Berdasarkan Dinamika Urban Heat Island (UHI) di Kota Bandar Lampung Muhammad Farrel Syuhada; Citra Persada; Fajriyanto
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (April - Mei 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v5i1.1956

Abstract

Urbanisasi pesat di Kota Bandar Lampung memicu konversi lahan hijau masif hingga 2.344,05 ha dalam satu dekade terakhir sehingga kebutuhan ruang permukiman dan infrastruktur meningkat serta memperkuat fenomena Urban Heat Island yang berdampak pada kenyamanan termal, kesehatan masyarakat, dan kualitas lingkungan kota, sehingga diperlukan analisis mengenai jangkauan dan efektivitas infrastruktur hijau sebagai strategi mitigasi utama untuk mereduksi pemanasan wilayah perkotaan serta merumuskan tujuan penelitian yaitu menganalisis dinamika suhu permukaan, vegetasi, lahan terbangun, korelasi faktor pendorong UHI, dan pemodelan reduksi UHI. Penelitian ini menggunakan analisis spasial berbasis penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dengan data time series UHI tahun 1990-2025 yang diidentifikasi melalui indeks UTFVI, turunan dari perhitungan Land Surface Temperature (LST) yang diklasifikasikan kemudian dilakukan pemodelan tahun 2041 memakai algoritma Cellular Automata-Markov Chain sedangkan pemodelan reduksi dilakukan dengan overlay data infrastruktur hijau dan peta UHI, serta regresi linier berganda untuk menguji hubungan faktor pendorong secara kuantitatif. Tren tahun 1990-2025 menunjukkan kenaikan LST, penurunan indeks NDVI, peningkatan indeks NDBI, dan perluasan area terdampak UHI seluas 2.676,87 ha. Model regresi sangat kuat dengan Adjusted R-Squared 82,47% dipengaruhi NDVI, NDBI, jarak dari Pusat Kegiatan Perkotaan, jarak dari jalan, kelerengan dan elevasi. Infrastruktur hijau total seluas 4.560,08 (78% hub dan 22% link) yang didominasi kawasan imbuhan air tanah 2.847,41 ha. Efek PCD 120 meter hanya mencakup 9.839,629 ha sedangkan kawasan terdampak UHI 2025 tahun 2041 seluas 11.886,332 ha. Pemodelan potensi reduksi maksimum UHI di tahun 2041 adalah sebesar 4.952,135 ha. Perlu ada revisi rencana tata ruang Kota Bandar Lampung untuk kawasan konservasi dan arahan pemanfaatan bangunan hijau.