Aryo Bayu Wibisono
Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi Penggalian Data Jejak Kolonial di Benteng Fort Rotterdam Sebagai Upaya Perancangan Film Dokumenter Abi Kunilawansa; Aryo Bayu Wibisono; Diana Aqidatun Nisa
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (April - Mei 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v5i1.1960

Abstract

Makassar, sebagai kota pesisir dengan sejarah maritim yang kaya, menyimpan warisan kolonial yang signifikan, ditandai oleh perlawanan Kerajaan Gowa-Tallo dan pendirian Benteng Fort Rotterdam pasca Perjanjian Bongaya tahun 1667. Peninggalan ini bukan sekadar artefak, tetapi simbol hegemoni kolonial dan memori kolektif perlawanan. Namun, minimnya akses informasi yang menarik dan relevan bagi generasi digital, di mana narasi sejarah masih didominasi oleh format teks, mengakibatkan rendahnya pemahaman kritis masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kesenjangan ini menimbulkan tantangan serius dalam pelestarian warisan kolonial. Oleh karena itu, penelitian perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah film dokumenter yang berfungsi sebagai media komunikasi visual alternatif. Film dokumenter ini dirancang menggunakan metode production stages (praproduksi, produksi, pascaproduksi) untuk menyajikan narasi sejarah Kerajaan Gowa-Tallo dan Benteng Fort Rotterdam secara naratif, visual, dan emosional. Fokus perancangan ini adalah menguraikan jejak kolonialisme di Makassar secara komprehensif. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah Film dokumenter berdurasi 15-30 menit yang diharapkan mampu menjadi sarana edukasi yang komunikatif, mudah dipahami, serta menumbuhkan kesadaran kritis generasi muda terhadap sejarah kolonial dan identitas budaya lokal, sekaligus mengisi kesenjangan penelitian dalam bidang komunikasi visual untuk edukasi sejarah.