Budi Budi
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMP SWASTA PENRAUJAN KEC. SUNGGAL KAB. DELI SERDANG Nur Aini; Budi Budi
MADINASIKA Vol 7 No 2 (2026): MADINASIKA-APRIL
Publisher : Pascasarjana Unviersitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/madinasika.v7i2.18174

Abstract

Kualitas pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, di mana keberagaman peserta didik yang meliputi perbedaan kemampuan, minat, bakat, latar belakang sosial ekonomi, budaya, dan gaya belajar menjadikan proses pembelajaran lebih kompleks sehingga memerlukan pengelolaan yang baik agar setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) penerapan manajemen keberagaman peserta didik di sekolah, 2) upaya meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik, dan 3) hambatan dalam penerapan manajemen keberagaman peserta didik terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di SMP Swasta Penraujan Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen keberagaman peserta didik telah diterapkan melalui memahami perbedaan latar belakang siswa, menanamkan sikap saling menghargai, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kemampuan peserta didik. Penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi seperti diskusi, tanya jawab, kerja sama, serta pemberian bimbingan tambahan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang aktif, harmonis, dan kondusif. Namun, terdapat hambatan berupa perbedaan kemampuan belajar siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, jumlah siswa yang cukup banyak, serta kurangnya dukungan orang tua di rumah.