Indy Rahmawati Abrory
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI WIDYA WIWAHA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemasaran Dodol Kakao di Desa Wisata Nglanggeran Indy Rahmawati Abrory
Journal of Citizenship Volume 5 Issue 1, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i1.704

Abstract

Pemasaran merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha, khususnya pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Desa Wisata Nglanggeran memiliki potensi pengembangan UMKM berbasis produk olahan kakao, salah satunya dodol kakao sebagai produk khas daerah. Namun, pemasaran dodol kakao masih menghadapi berbagai kendala, seperti promosi yang terbatas, distribusi yang belum luas, kemasan yang sederhana, serta pemanfaatan media digital yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran dodol kakao di Desa Wisata Nglanggeran berdasarkan konsep bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi produk, harga, promosi, dan distribusi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM dodol kakao dan pengelola Desa Wisata Nglanggeran yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran dodol kakao telah memanfaatkan integrasi antara UMKM dan potensi desa wisata sebagai kekuatan utama pemasaran. Produk memiliki keunggulan pada cita rasa khas dan penggunaan bahan alami tanpa pengawet. Namun, masa simpan produk yang singkat, desain kemasan yang sederhana, dan promosi digital yang belum optimal masih menjadi kendala dalam memperluas pasar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi kemasan, penguatan promosi digital, serta pengembangan strategi distribusi agar dodol kakao mampu meningkatkan daya saing dan berkembang sebagai produk unggulan desa wisata di tingkat regional maupun nasional.