Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN HASIL PELATIHAN PARENTS EMOTION COACHING UNTUK ORANGTUA DARI REMAJA Theresia Indira Shanti; Fransisca Rosa Mira Lentari; Mohammad Adi Ganjar Priadi; Chelsea Jetrolin Wijaya; Kayla Saheera Wibawa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36430

Abstract

Salah satu bentuk dukungan bagi orangtua adalah pelatihan untuk mengelola emosi remaja melalui emotions coaching. Tujuan pelatihan ini uji coba modul parents emotion coaching apakah memberikan dampak peningkatan pemahaman peserta untuk mengelola emosi remaja mereka. Ada 3 Ibu yang bersedia mengikuti pelatihan ini. Desain pengabdian adalah melihat dampak pelatihan terhadap peserta, dengan data diolah secara kualitatif. Perbedaan materi pelatihan ini dibandingkan pelatihan emotions coaching lainnya adalah materi yang tidak hanya emotions coaching, namun juga pemahaman meta emosi orangtua, serta persepsi Ibu mengenai keterlibatan suami dalam mendampingi remaja. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk perbaikan modul yang dapat lebih disebarluaskan pada masyarakat. Keterbatasan pengabdian ini adalah kurang ragamnya partisipan yaitu tidak adanya ayah. Disimpulkan bahwa modul ini sudah mengafirmasi peserta untuk memiliki meta emosi dan kepekaan terhadap emosi remaja, dan menambah pengetahuan peserta sehingga dapat berkomunikasi yang dipahami secara positif oleh remaja mereka. Mengenai keterlibatan ayah, modul ini juga membantu responden untuk memahami keterlibatan ayah yang ideal dalam mengasuh remaja, dan peran mereka sebagai ibu untuk mengoptimalkan keterlibatan suami mereka dalam pengasuhan remaja mereka. Mereka merasakan manfaat dari pelatihan ini dan berharap lebih banyak orangtua mendapatkan materi dan manfaat yang minimal sama positifnya dengan mereka. Perbaikan modul diantaranya penjelasan lebih rinci mengenai bentuk komunikasi orangtua yang dipahami secara positif oleh remaja dan dukungan sosial bagi remaja bila figur ayah tidak ada dalam keluarga.