Amid the rapid development of technology and the strong influence of popular culture, Generation Alpha children are increasingly accustomed to visual and digital media that present information instantly. This condition highlights the need for alternative learning spaces that balance digital stimulation with creative activities that foster patience and perseverance. This Community Service (PKM) program aims to develop creativity and perseverance among Generation Alpha children through strimin embroidery activities. The participants were foster children aged 13–14 years under the Rumah Pagi Bahagia Foundation, Bintaro. The training was conducted offline using a participatory approach that emphasized hands-on learning experiences. The activity began with an introduction to tools, materials, and basic basting stitch techniques, followed by embroidery practice on strimin fabric until the completion of individual works. To accommodate the visual preferences of Generation Alpha, the PKM team provided attractive basic patterns themed around flora, fauna, and cartoon characters. These patterns served as initial guides to help participants understand embroidery techniques while allowing creative exploration through individual choices of color combinations and stitching styles. Evaluation was conducted through direct observation, questionnaires, and pre-test and post-test comparisons administered before and after the training. The results showed that 84% of participants were able to follow the entire training process consistently. The embroidery activities helped improve focus, patience, and perseverance while encouraging creative expression. In conclusion, strimin embroidery training is an effective learning medium for fostering creativity and perseverance among Generation Alpha children through a contextual and humanistic approach that remains relevant to current developments in popular culture and technology Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kuatnya pengaruh budaya populer, anak-anak Generasi Alpha semakin terbiasa dengan media digital yang menampilkan informasi secara visual dan instan. Kondisi ini mendorong perlunya ruang belajar alternatif yang tidak hanya menstimulasi kreativitas, tetapi juga melatih ketekunan dan kesabaran melalui aktivitas keterampilan tangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan ketekunan anak Generasi Alpha melalui kegiatan sulam strimin. Peserta kegiatan merupakan anak asuh Yayasan Rumah Pagi Bahagia Bintaro berusia 13–14 tahun. Pelatihan dilaksanakan secara luring dengan pendekatan partisipatif yang menekankan pengalaman belajar langsung. Proses kegiatan dimulai dengan pengenalan alat, bahan, dan teknik dasar tusuk jelujur, kemudian dilanjutkan dengan praktik menyulam pada kain strimin hingga tahap penyelesaian karya. Untuk menyesuaikan karakter Generasi Alpha yang akrab dengan visual populer, tim PKM menyediakan pola dasar yang menarik dengan tema flora, fauna, dan karakter kartun. Pola ini berfungsi sebagai panduan awal agar peserta lebih mudah memahami teknik dasar, sekaligus memberikan ruang eksplorasi kreativitas melalui pemilihan warna dan gaya jahitan sesuai preferensi masing-masing. Tahap evaluasi dilakukan melalui observasi, kuesioner, serta perbandingan hasil pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 84% peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara konsisten dan antusias. Proses menyulam terbukti membantu peserta melatih fokus, kesabaran, dan ketekunan dalam menyelesaikan karya. Dengan demikian, kegiatan sulam strimin dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas dan ketekunan anak Generasi Alpha melalui pendekatan yang kontekstual, humanis, dan relevan dengan perkembangan budaya populer dan teknologi masa kini.