Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR HEMATOKRIT DALAM DARAH DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA DI RSUD DR IR IWAN BOKINGS KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO Sri Handayani; Agnes Refgita
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.01 JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i01.863

Abstract

ABSTRAK : Latar belakang: Angka kematian ibu (AKI) yang masih menjadi masalah krusial di dunia. Preeklamsia merupakan penyebab 15-20% kematian ibu (Kurwiyah DKK,2023). RSUD DR Ir Iwan Bokings merupakan rumah sakit dengan pravalensi tertinggi hipertensi dari RS Lainnya. Ada 80 kasus preeklamsia dari 150 pasien dengan kadar hematokrit yang tidak normal. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar hematokrit dalam darah dengan kejadian preeklamsia di RSUD DR Ir Iwan Bokings Kabupaten Boalemo, prrovinsi Gorontalo. Metode penelitian: Kuantitatif, observasional analitik pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil rawat inap di RSUD DR.Ir Iwan Bokings Januari-Desember tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah Ibu hamil rawat inap di RSUD DR Ir Iwan Bokings pada bulan Januari-Desember Tahun 2024 sebanyak 150 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan data rekam medis. Analisis data dengan uji chi square. Hasil penelitian: Sebagian besar ibu hamil yang mengalami preeklamsia memiliki kadar hematokrit tidak normal. Terdapat 54 responden (36%) dengan kadar hematokrit tidak normal dan 26 responden (17,3%) dengan kadar hematokrit normal. Hasil uji hipotesis terlihat nilai P value = < 0,000. Kesimpulan: Terdapat Hubungan antara kadar hematokrit dengan kejadian preeklamsia di RSUD DR Ir Iwan Bokings Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Saran: Mempersiapkan kehamilan dengan baik dan lebih rutin periksa kehamilan. Kata Kunci: Kadar Hematokrit, Preeklamsia
The Relationship Between Providing Supplementary Food to Pregnant Women with Special Needs and the Incidence of Low Birth Weight (LBW) at the Karanggede Community Health Center, Boyolali Enggrik Oktoria Sari; Triani Yuliastanti; Sri Handayani
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/7xe46z27

Abstract

Background. LBW is influenced by the mother’s nutritional status (malnutrition). One strategy to improve the nutrition of malnourished pregnant women is the provision of supplementary food. According to Ministry of Health Regulation No. 51 of 2016 regarding Standards for Nutritional Supplementation Products and the Provision of Supplementary Feeding (PMT) for Pregnant Women, the provision of supplementary feeding for pregnant women has been implemented in Boyolali Regency.The objective of this study is to determine the relationship between the intervention of providing supplementary feeding to pregnant women with KEK and the incidence of LBW at the Karanggede Public Health Center in Boyolali. Methods. This was a quantitative study using an analytical survey design, specifically a case-control study. The study population consisted of all pregnant women with KEK at the Karanggede Community Health Center from January to December 2025, totaling 97 pregnant women. The sample in this study consisted of 30 pregnant women with KEK who received PMT in 2025, plus 30 pregnant women with KEK who did not receive PMT in 2025. In this study, 30 of the 67 pregnant women with KEK who did not receive PMT were selected at random. All pregnant women with KEK who received PMT were included. Data analysis was performed using the chi-square test. Research results. The incidence of LBW at the Karanggede Community Health Center was predominantly non-LBW, with 52 respondents (86.7%). There is an association between the PMT intervention for pregnant women with KEK and the incidence of LBW at the Karanggede Community Health Center in Boyolali (p-value 0.049), with an OR of 8.826, meaning that PMT administration reduces the incidence of LBW by 8.8 times compared to pregnant women with KEK who did not receive PMT. Conclusion. There is an association between the intervention of providing supplementary food to pregnant women with KEK and the incidence of LBW at the Karanggede Boyolali Community Health Center. The research results can be used as input to conduct education on the causes of LBW among mothers before pregnancy and during pregnancy.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN PERUBAHAN KADAR HB PADA IBU HAMIL DENGAN KEK DI PUSKESMAS KARANGGEDE Farida Aryanti; Triani Yuliastanti; Sri Handayani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4519

Abstract

ABSTRAK Anemia pada masa hamil berhubungan dengan meningkatnya risiko kematian ibu, persalinan prematur, BBLR, serta gangguan perkembangan kognitif anak Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan kurangnya nutrisi yang mempengaruhi kadar Hb. Pemberian makanan tambahan untuk ibu dalam masa kehamilan sudah diterapkan di Kabupaten Boyolali. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian PMT dengan Perubahan Kadar Hb pada Ibu Hamil dengan KEK di Puskesmas Karanggede Boyolali. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desain survai analitik, Desain adalah case-control study dengan data retrospektif. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh ibu hamil KEK di Puskesmas Karanggede pada bulan Januari sampai Desember 2025 sejumlah 97 ibu hamil. Penelitian ini menggunakan sampel ibu hamil KEK yang memperoleh PMT pada tahun 2025 sejumlah 30 diambil secara total ditambah dengan 30 ibu hamil KEK yang tidak memperoleh PMT pada tahun 2025 diambil dengan diacak. Ibu hamil KEK yang mendapatkan PMT diambil secara total. Analisis data dengan chi square. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan Kadar Hb pada Ibu Hamil dengan KEK mayoritas naik yaitu 28 responden (46,7%), turun sejumlah 18 responden (30%) dan yang dalam kategori tetap yaitu 14 responden (23,3%). Ada hubungan pemberian PMT dengan perubahan kadar Hb pada ibu hamil dengan KEK di Puskesmas Karanggede Boyolali (nilai p-value 0,000). Masukan yang diberikan peneliti yang utama adalah pada tenaga kesehatan untuk melakukan edukasi tentang penyebab terjadinya anemia pada masa kehamilan dan peningkatkan cakupan jumlah ibu hamil yang mendapatkan PMT.