Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Existence Of The Tembe Me'e Weaving Tradition As A Representation Of Islamic Values And Local Cultural Identity Subari Subari; Edi Kurniawan
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 11 No 2 (2026): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/g9d5hr63

Abstract

This study aims to analyze the existence of the Tembe Me'e Weaving tradition as a representation of Islamic values and the local cultural identity of the Donggo community, Bima Regency. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. Research informants consisted of traditional leaders, religious leaders, weaving artisans, and Donggo community members who understand the Tembe Me'e Weaving tradition. Data analysis techniques were carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested using source and method triangulation. The research results show that the Tembe Me'e weaving tradition still exists and plays a significant role in the social life of the Donggo people, particularly in traditional, cultural, and religious activities. This tradition embodies Islamic values such as patience, hard work, simplicity, togetherness, and religiosity. Furthermore, Tembe Me'e is a symbol of local cultural identity, reflecting the character and wisdom of the Donggo people. However, this tradition faces challenges due to modernization, lifestyle changes, and the declining interest of the younger generation in weaving. This study concludes that Tembe Me'e weaving serves not only as a cultural product but also as a representation of Islamic values and the local cultural identity of the Donggo people. Therefore, preservation efforts through cultural education, community empowerment, and support from various parties are needed to ensure this tradition is maintained and passed on to future generations.
Transformasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Pada Usaha Tembe Nggoli Sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Raba Kota Bima Yayan Anggriani; Faisal Sa'ban; Khairunnisah Khairunnisah; Kharismafullah Kharismafullah; Edi Kurniawan; Ahyar Ahyar
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital menjadi elemen penting untuk meningkatkan daya saing usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk usaha yang berlandaskan budaya lokal. Tembe nggoli, kain tenun tradisional Khas Masyarakat Mbojo, memiliki nilai historis dan simbolik yang mendalam, tetapi masih mengalami kesulitan dalam mengakses pasar dan menghadirkan inovasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan transformasi digital yang berbasis kearifan lokal dalam usaha tembe nggoli serta kontribusinya terhadap penguatan ekonomi Masyarakat di Kecamatan Raba, Kota Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial digital bisa memperluas cakupan pemasaran dan meningkatkan nilai ekonomi tembe nggoli tanpa menghilangkan identitas budaya. Meskipun demikian, rendahnya Tingkat literasi digital, infrastruktur teknologi yang tidak memadai, dan kurangnya pendampingan menjadi tantanga utama. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa pendekatan transformasi digital yang kontekstual menggabungkan teknologi dengan nilai budaya lokal sebagai strategi dalam pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.