ABSTRACT Students’ low ability to understand mathematical concepts, particularly in translation geometry, remains a challenge in the learning process. Difficulties in understanding abstract concepts and relating them to everyday life are among the main causes of this problem. This study aimed to determine the effect of implementing an ethnomathematics-based Problem-Based Learning (PBL) model on the mathematical conceptual understanding ability of eleventh-grade students at MAS Al-Istiqomah Telagawaru in translation material. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a One-Group Pretest-Posttest design. The participants consisted of 22 eleventh-grade students selected through a saturated sampling technique. Data were collected through essay tests in the form of pretests and posttests and analyzed using descriptive and inferential statistics through the Paired Sample t-Test after fulfilling normality and homogeneity assumptions. The findings showed that the ethnomathematics-based Problem-Based Learning model assisted by the Subahnale woven fabric motif had a significant effect on students’ mathematical conceptual understanding ability (p < 0.05). The findings of this study may serve as a reference for developing mathematics learning materials based on Sasak local wisdom, particularly in other geometry topics. Future studies are recommended to employ a True Experimental design involving a control group and a longer research duration to obtain more comprehensive findings and improve the generalizability of the results. ABSTRAK Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika, terutama pada materi geometri translasi, masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran. Kesulitan siswa dalam memaknai konsep yang bersifat abstrak serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari menjadi salah satu penyebab utama permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem-Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas XI MAS Al-Istiqomah Telagawaru pada materi translasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Data diperoleh melalui tes uraian berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji Paired Sample t-Test setelah memenuhi syarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem-Based Learning berbasis etnomatematika dengan bantuan motif Kain Tenun Subahnale memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa (p<0,05). Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal suku Sasak, khususnya pada materi geometri lainnya. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain True Experimental dengan melibatkan kelompok kontrol dan waktu penelitian yang lebih panjang agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif dan memiliki tingkat generalisasi yang lebih baik.