This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH EKONOMIKA
Ribka Melisa V Manullang
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Krisis Spiritualitas Sebagai Akar Lemahnya Akuntabilitas Publik: Analisis Asumsi Dasar Dan Tujuan Laporan Keuangan Berdasarkan Kitab Amsal Putra Hadiwinata; Ragriva Br Bangun; Ribka Melisa V Manullang; Nasirwan Nasirwan
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.6698

Abstract

Fenomena manipulasi laporan keuangan dan rendahnya akuntabilitas publik seringkalidipandang sebatas kegagalan sistem pengawasan atau lemahnya regulasi teknis. Namun, penelitianini berargumen bahwa akar permasalahan sesungguhnya terletak pada dimensi spiritual, yaitu krisispengenalan manusia akan Tuhan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana hubunganmanusia dengan Allah memengaruhi integritas dalam pelaporan keuangan dengan menggunakanhikmat dari Kitab Amsal sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah studi pustakadengan pendekatan analisis kualitatif deskriptif terhadap teks-teks hikmat dalam Kitab Amsal yangrelevan dengan kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Analisis dilakukan dengan meninjaukembali asumsi dasar akuntansi dan tujuan laporan keuangan melalui kacamata teologis. Hasilanalisis menunjukkan bahwa ketika manusia jauh dari Allah, terjadi pergeseran asumsi dasar dari"takut akan Tuhan" menjadi "pemujaan terhadap materi," yang memicu perilaku tidak etis.Berdasarkan Kitab Amsal, transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar kewajiban profesional,melainkan bentuk penyembahan kepada Tuhan yang menuntut "batu timbangan yang tepat" (Amsal11:1). Artikel ini menyimpulkan bahwa perbaikan akuntabilitas publik yang berkelanjutan tidakdapat dicapai hanya melalui penguatan sistem eksternal, melainkan harus dimulai dari restorasispiritualitas individu. Penekanan utama diletakkan pada transformasi hati manusia sebagai agenpelapor agar laporan keuangan yang dihasilkan mencerminkan kebenaran dan keadilan yang hakiki