Yusuf Caesarea Arianto
Universitas Atma Jaya, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan yang Berdaya Transformatif Menurut Henry Armand Giroux Stefanus Albert Putra Widiasena; Stefanus Rizki Adi Purnama; Vinsentius Julianus Janggo; Yusuf Caesarea Arianto
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 4, No 1 (2026): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v4i1.13737

Abstract

In the era of neoliberalism, education has become trapped in the free market system that emphasizes competition, profit, and achievement based solely on numbers. As a result, critical and transformative thinking in education has weakened. The purpose of this study is to examine and describe Henry A. Giroux's ideas about transformative education. Through a literature review, this study will analyze three of Giroux's main ideas. First, the socio-political aspects of education, which emphasize the close relationship between education, power, and the struggle against injustice. Second, a critique of neoliberalism, which reduces the role of teachers and students, and the dangers of the commercialization of education, which erodes public values and democracy. Third, the concept of teachers as transformative actors and students as critical subjects who play an active role in building social awareness and praxis. Thus, according to Giroux, transformative education is an important alternative to restore the function of education as a means of liberation and the formation of a more just and humane society.AbstrakDi era perkembangan neoliberalisme, pendidikan terjebak dalam arus pasar bebas yang menekankan kompetisi, keuntungan, dan pencapaian berdasarkan angka semata. Konsekuensinya, daya kritis dan transformatif dalam pendidikan menjadi semakin melemah. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan mendeskripsikan pemikiran Henry A. Giroux tentang pendidikan yang berdaya transformatif. Melalui studi pustaka, penelitian ini akan menganalisis tiga gagasan utama Giroux. Pertama, aspek sosial-politik pendidikan yang menegaskan keterkaitan erat antara pendidikan, kekuasaan, dan perjuangan melawan ketidakadilan. Kedua, kritik terhadap neoliberalisme yang mereduksi peran guru dan siswa serta bahaya komersialisasi pendidikan yang mengikis nilai publik dan demokrasi. Ketiga, konsep guru sebagai pelaku transformatif dan siswa sebagai subjek kritis yang berperan aktif dalam membangun kesadaran serta praksis sosial. Dengan demikian, pendidikan transformatif menurut Giroux menjadi alternatif penting untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai sarana pembebasan dan pembentukan masyarakat yang lebih adil dan manusiawi.