Simri Risaldi Runesi
Satya Wacana Christian University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Darurat Literasi di NTT dan Pendidikan Ala Paulo Freire Sebagai Imperatif Moral Masyarakat Samuel Delahoya; Simri Risaldi Runesi
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 4, No 1 (2026): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v4i1.13716

Abstract

This research aims to examine and analyze the context in Indonesia, particularly the reality of the educational situation, namely the Literacy Emergency in NTT. This illustrates how the educational situation and its policies are not running well and on target, inadequate educator competency and a society with minimal awareness of the moral imperative, are perceived as triggers for this impact. From this, this research was conducted to analyze using Freire's Educational Theory, which emphasizes liberation education, dialogue, and bank-style education to understand what is happening and also as a reference in helping evaluate, in order to achieve an advanced and empowered education in Indonesia. The method used is a qualitative research type, with a literature study approach, which focuses on the analysis of documents, articles, books, and journals. For the research data itself, trusted article sources are used. From this, it can be concluded that the moral imperative is the government and society, and through an understanding of Freire's theory, there are inequalities and inconsistencies in the delivery of education in NTT.AbstrakPenelitian ini mau membaca dan menganalisis konteks terjadi di Indonesia, khususnya realitas kondisi pendidikan yaitu Darurat Literasi di NTT. Ini menggambarkan bagaimana situasi pendidikan dan kebijakannya tidak berjalan dengan baik dan tepat sasaran, kompetensi pendidik yang tidak memadai dan masyarakat yang minim kesadaran sebagai imperatif moral, dirasa sebagai pemicu dampak ini. Dari sinilah, penelitian ini dibuat untuk dianalisis dengan menggunakan teori Pendidikan menurut Freire, yang menekankan pendidikan pembebasan, dialog, dan pendidikan gaya bank untuk membaca apa yang terjadi dan juga ini sebagai rujukan dalam membantu mengevaluasi, demi tercapainya pendidikan di Indonesia yang maju, dan berdaya juang. Metode yang dipakai menggunakan penelitian jenis kualitatif, dengan pendekatan studi literatur atau pustaka, yang berfokus kepada analisis dokumen, artikel, buku, dan jurnal. Untuk data penelitian sendiri menggunakan sumber artikel terpercaya. Dari sinilah, bisa disimpulkan bahwa Imperatif moral adalah pemerintah dan masyarakat, serta melalui pembacaan teori Freire, adanya ketimpangan serta ketidaksesuaian di NTT dalam memberikan pengajaran.