Prokrastinasi akademik menjadi salah satu permasalahan psikopedagogis yang banyak ditemukan pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Fenomena ini tidak hanya berdampak pada penurunan prestasi belajar, tetapi juga berkaitan dengan stres akademik, kecemasan, dan rendahnya kemampuan regulasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk prokrastinasi akademik, faktor penyebab, dampak psikologis dan akademik, serta implikasinya terhadap pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan thematic synthesis terhadap 20 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015–2026. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion berdasarkan relevansi topik, kualitas sumber, serta keterkaitan dengan konteks siswa SMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik termanifestasi melalui perilaku menunda pengerjaan tugas, sistem kebut semalam (SKS), avoidance behavior, dan ketergantungan terhadap distraksi digital. Faktor penyebab prokrastinasi terdiri atas faktor internal berupa rendahnya self-efficacy, kecemasan akademik, kegagalan regulasi diri, perfeksionisme, dan motivasi intrinsik yang rendah, serta faktor eksternal seperti penggunaan media sosial, pengaruh teman sebaya, pola asuh permisif, dan sistem pembelajaran yang kurang terstruktur. Dampak prokrastinasi meliputi penurunan prestasi akademik, academic burnout, stres, gangguan manajemen waktu, dan menurunnya kesejahteraan psikologis siswa. Hasil sintesis juga menunjukkan bahwa intervensi berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT), cognitive restructuring, self-management, dan pelatihan self-regulation efektif dalam menurunkan perilaku prokrastinasi akademik. Oleh karena itu, layanan BK perlu dikembangkan secara preventif, kuratif, dan kolaboratif melalui program yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah dan keluarga.