Lavenia Mardi Astuti
UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Artificial Intelligence sebagai Media Curhat: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling Elsya Ameylia Pradina; Erlin Yunisa Anggraini; Indah Wulandari; Lavenia Mardi Astuti
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.129

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara individu mengekspresikan emosi dan mencari dukungan psikologis. Salah satu fenomena yang semakin muncul adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai media curhat. Banyak individu, khususnya remaja dan dewasa muda, mulai memanfaatkan AI untuk berbagi perasaan, menceritakan masalah pribadi, hingga mencari saran ketika menghadapi kesulitan emosional. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena dapat memengaruhi cara individu memperoleh dukungan psikologis serta memiliki implikasi terhadap praktik bimbingan dan konseling di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan individu menggunakan AI sebagai media curhat serta melihat implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam konteks dukungan emosional dan komunikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mendorong individu menggunakan AI sebagai media curhat, antara lain rasa anonimitas yang memberikan perlindungan identitas, kemudahan akses selama 24 jam dengan respons yang cepat, perasaan tidak dihakimi ketika menyampaikan masalah, adanya kontrol yang lebih besar terhadap proses interaksi, serta tidak adanya tuntutan komunikasi nonverbal seperti dalam interaksi langsung dengan manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alternatif ruang ekspresi emosional bagi individu di era digital. Namun demikian, fenomena ini juga memberikan tantangan sekaligus peluang bagi praktik bimbingan dan konseling untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan dalam memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat.