Dinda Hafizha Auliandi
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Mereduksi Fear of Missing Out (FoMO) Pada Remaja di Era Digital Zahrotunnisa Lailatun Nafiah; Syifa Aulia; Nadya Riza Nuraini Fashya; Syahbanu; Dinda Hafizha Auliandi
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.137

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tingginya intensitas penggunaan media sosial pada remaja memunculkan fenomena fear of missing out (FoMO), yaitu kondisi psikologis berupa kecemasan karena merasa tertinggal dari pengalaman orang lain. Penelitian sebelumnya umumnya lebih berfokus pada dampak psikologis FoMO dan kecanduan media sosial, sedangkan kajian mengenai strategi reduksi FoMO secara integratif masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi mereduksi FoMO pada remaja di era digital melalui pendekatan psikologis, edukatif, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan lainnya. Data dikumpulkan melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, serta sintesis berbagai temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa FoMO merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh kebutuhan psikologis, pola interaksi digital, dan lingkungan sosial. Strategi yang dinilai efektif untuk mereduksi FoMO meliputi bimbingan kelompok berbasis self-awareness, pengelolaan media sosial melalui model SoMe (Share, Optimize, Manage, Engage), pendekatan mindfulness, penguatan literasi digital, optimalisasi layanan bimbingan dan konseling, serta penguatan dukungan sosial. Strategi tersebut tidak hanya membantu remaja mengelola penggunaan media sosial secara lebih sadar, tetapi juga meningkatkan regulasi emosi, kontrol diri, dan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, reduksi FoMO memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial agar remaja mampu beradaptasi secara sehat di era digital.