Fenomena body shaming pada remaja mengalami peningkatan signifikan seiring perkembangan media sosial dan budaya standar kecantikan digital yang semakin tidak realistis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena body shaming pada remaja Indonesia, meliputi faktor penyebab, dampak psikososial, serta strategi penanganannya melalui pendekatan studi literatur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis library research. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta buku ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2026 dan relevan dengan tema penelitian. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan teknik inklusi dan eksklusi berdasarkan relevansi topik, fokus penelitian, dan kredibilitas sumber. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses kategorisasi, komparasi, dan sintesis temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa body shaming pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal berupa rendahnya self-acceptance dan body image negatif, serta faktor eksternal seperti tekanan teman sebaya, standar kecantikan sosial, dan paparan media digital. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, dan rendah diri, tetapi juga memengaruhi pola perilaku sosial, kesehatan mental, dan pembentukan identitas remaja. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pembahasan body shaming dengan fenomena cyberbullying berbasis penampilan fisik pada remaja Indonesia, serta penyusunan strategi penanganan secara multidimensional melalui pendekatan psikologis, edukatif, keluarga, religius, dan literasi digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang suportif bagi perkembangan remaja.