Tamara Rahmanitama
UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kondisi Kesehatan Mental Mahasiswa BKI dari Luar Jawa yang Mengalami Homesickness Sherly Pratiwi; Tamara Rahmanitama; Dina Faliha; Sherly Novita
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan mental mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam ( BKI ) yang berasal dari Pulau Jawa yang mengalami homesickness, sekaligus mengidentifikasi factor penyebab, dampak, dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan peendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi terhadap enam mahasiswa yng dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa homesickness dialami dengan tingkat yang bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa factor utama, yaitu terpisah dari keluarga, kurangnya dukungan social, kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, tekanan akademik, serta pola asuh orang tua. Kondisi tersebut berdampak pada Kesehatan mental mahasiswa, antara lain munculnya perasaan kesepian, stress, kecemasan, kecenderungan menarik diri, gangguan tidur, serta penurunan motivasi dan kinerja akademik. Untuk mengatasi homesickness, mahasiswa melakukan berbagai Upaya seperti membangun hubungan social dengan teman sebaya, menjaga komunikasi dengan keluarga, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta mengelola stress melalui aktivitas positif. Temuan ini menunjukkan bahwa homesickness merupakan fenomena multidimensional yang memerlukan penanganan tidak hanya dari individu, tetapi juga dukungan dari lingkungan dan institusi Pendidikan agar proses adaptasi mahasiswa perantau dapat berjalan secara optimal.