Disti Nurul Khoiriyah
Universitas Sebelas Maret, Central Java, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Literatur: Analisis Komparasi Platform Digital Pembuatan E-Modul Genially, Canva, Heyzine Flipbook, dan Liveworksheet Bagi Pemula Isnaini Intan Pratiwi; Disti Nurul Khoiriyah; Elvin Yusliana Ekawati
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.185

Abstract

Kemajuan teknologi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong munculnya berbagai platform dan aplikasi untuk pengembangan modul elektronik (e-modul), namun perbandingan komprehensif mengenai efektivitasnya bagi pendidik pemula masih jarang dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif empat aplikasi yang paling banyak digunakan dalam penelitian pendidikan Indonesia: Genially, Canva, Heyzine Flipbook, dan Liveworksheets. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) terhadap lebih dari 40 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal pendidikan terindeks rentang 2021–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Genially unggul dalam interaktivitas dan visual dinamis, dengan validitas 93% dan efektivitas 85%, serta lonjakan minat siswa dari 33,3% menjadi 88,3%. Canva menonjol dalam kemudahan penggunaan dan estetika desain, dengan skor validasi rata-rata 94,4% dan respons siswa 91,7%. Heyzine Flipbook menawarkan pengalaman membaca digital yang familier, dengan kelayakan materi 97,5%, kelayakan bahasa 95%, dan skor N-Gain 0,79. Liveworksheets merupakan satu-satunya platform yang menyediakan umpan balik otomatis dan pemantauan kemajuan, dengan validitas 95,25%, peningkatan hasil belajar dari 61,90% menjadi 90,48%, dan aktivitas siswa 87,50%. Tidak ada platform yang unggul di semua dimensi secara mutlak; pemilihan optimal mensyaratkan pertimbangan kontekstual meliputi tujuan pembelajaran, kemampuan teknologi pendidik, dan infrastruktur digital institusi.