Ahmad Yusuf
Institut Seni Indonesia Surakarta, Central Java, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Budaya Masyarakat Desa Jatiguwi Sebagai Sumber Pembentukan Motif Gerak Tari Topeng Klana Gaya Jatiguwi Ahmad Yusuf; Slamet MD
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.201

Abstract

Tari Topeng Klana gaya Jatiguwi merupakan salah satu bentuk tari tradisional dalam pertunjukan Wayang Topeng Malang yang memiliki kekhasan pada karakter tokoh, motif gerak, serta keterkaitan erat dengan budaya masyarakat pendukungnya. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana budaya masyarakat Desa Jatiguwi berperan dalam pembentukan motif gerak Tari Topeng Klana serta makna budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur budaya masyarakat Jatiguwi yang menjadi sumber pembentukan motif gerak tari dan menjelaskan Tari Topeng Klana sebagai representasi kehidupan sosial masyarakat setempat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnokoreologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Madyo Laras dengan narasumber Susilo Hadi, Deris Sandra Arifianto, dan Setyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif gerak Tari Topeng Klana gaya Jatiguwi tidak terbentuk secara spontan, melainkan melalui proses internalisasi budaya lokal. Budaya agraris masyarakat petani tembakau tercermin pada motif gerak kopyokan dan blugeran. Tradisi pencak dor memengaruhi motif gerak ukel pakis. Kesenian tayub memengaruhi motif gerak kencrong alap-alap dan ongkekan. Temuan ini menunjukkan bahwa Tari Topeng Klana gaya Jatiguwi merupakan teks budaya yang merepresentasikan aktivitas ekonomi, sistem sosial, maskulinitas lokal, dan ekspresi seni masyarakat Desa Jatiguwi. Pelestarian tari ini memerlukan regenerasi pelaku seni agar tetap berkelanjutan.