Aida Ayu Chandrawati
Universitas Negeri Makassar, South Sulawesi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil Kategori Risiko Metabolik dan Faktor Gaya Hidup yang Berhubungan pada Program Skrining Berbasis Masyarakat Aida Ayu Chandrawati
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.218

Abstract

Sindrom metabolik merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan kejadian penyakit tidak menular di masyarakat. Identifikasi dini faktor risiko metabolik melalui skrining berbasis komunitas penting untuk mencegah progresivitas penyakit dan komplikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil kategori risiko metabolik serta menganalisis hubungannya dengan faktor gaya hidup pada masyarakat yang mengikuti program skrining berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 143 responden di wilayah kerja Puskesmas Cempae Kota Parepare. Risiko metabolik dinilai menggunakan kartu skrining sederhana yang mencakup parameter klinis dan gaya hidup, meliputi tekanan darah, kadar glukosa darah, indeks massa tubuh, lingkar perut, aktivitas fisik, dan pola makan. Analisis deskriptif digunakan untuk menampilkan distribusi kategori risiko, sedangkan hubungan antara kategori risiko dan faktor gaya hidup dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 120 responden (83,9%) termasuk kategori risiko tinggi dan 23 responden (16,1%) kategori risiko sedang, tanpa responden pada kategori risiko rendah. Skor median risiko metabolik adalah 8 dengan rentang 3–15. Faktor gaya hidup yang kurang sehat, terutama rendahnya aktivitas fisik dan pola makan yang kurang baik, lebih banyak ditemukan pada kelompok risiko tinggi. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat yang mengikuti skrining berada pada kategori risiko tinggi, dan faktor gaya hidup berhubungan dengan peningkatan risiko metabolik. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining dini dan intervensi berbasis gaya hidup di tingkat komunitas.