Zidti Alayyarohmah
UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesejahteraan Psikologis Remaja Akibat Fatherless Anim Mila; Zidti Alayyarohmah
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.220

Abstract

Fenomena fatherless menjadi isu yang semakin mendapat perhatian dalam kajian psikologi perkembangan karena berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja. Fatherless tidak hanya merujuk pada ketidakhadiran ayah secara fisik, tetapi juga mencakup kurangnya keterlibatan emosional, perhatian, dan peran pengasuhan. Kondisi ini dapat berdampak pada pembentukan identitas diri, kemampuan regulasi emosi, kepercayaan diri, serta kualitas hubungan sosial remaja. Selain itu, remaja risiko kehilangan figur panutan, rasa aman, dan dukungan emosional dalam menghadapi tugas perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesejahteraan psikologis remaja akibat fatherless. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa artikel jurnal ilmiah, buku, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dan dipublikasikan dalam waktu lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan cara menelaah, mengkaji, serta membandingkan berbagai temuan penelitian yang berkaitan dengan fenomena fatherless dan kesejahteraan psikologis remaja secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi fatherless dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis remaja, di antaranya kesulitan dalam membuka diri, kesulitan mengelola emosi, munculnya perasaan tidak aman, menurunnya motivasi dan prestasi akademik, serta hambatan dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat. Oleh karena itu, dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan sosial menjadi faktor penting dalam membantu remaja fatherless mengembangkan keseimbangan emosi, membangun konsep diri yang positif, serta meningkatkan resiliensi dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan psikologis.