Mendukung Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) Indonesia serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau; SDG 13: Penanganan Iklim), penelitian ini mengevaluasi dua strategi enhanced oil recovery (EOR) dengan CO₂ pada reservoir karst terrekahkan (UNISIM-III, Sektor 4). Dengan menggunakan simulasi reservoir komposisional, kami membandingkan injeksi gas secara kontinu selama 15 tahun dengan skema Huff-n-Puff (HnP) multisiklus (5 siklus, total injeksi CO₂ 57,51 Mt). Strategi HnP menghasilkan minyak sebesar 370,59 MMstb, atau 6,35 MMstb lebih banyak dibandingkan injeksi secara kontinu, dengan volume CO₂ yang tersimpan sama. Yang terpenting, HnP mempertahankan tekanan reservoir yang seimbang pada akhir periode (8.246 psia vs. 8.357 psia untuk injeksi berkelanjutan), yang mengindikasikan efisiensi sapuan dan penyangga tekanan yang lebih unggul. Minyak tambahan ini setara dengan pendapatan tambahan sekitar USD 444,5 juta (pada harga USD 70/barel), yang secara langsung meningkatkan ekonomi proyek. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan jadwal HnP siklik pada model acuan karst-karbonat kompleks yang meniru karakteristik pra-garam Brasil, sebuah kesenjangan pengetahuan kritis untuk reservoir analog di Indonesia. Temuan kami menawarkan jalur pengembangan rendah karbon yang praktis: mengintegrasikan penyimpanan CO₂ dengan peningkatan produksi minyak dapat secara simultan meningkatkan produksi domestik dan berkontribusi pada target iklim. Lebih lanjut, metodologi dan model acuan ini menyediakan alat pendidikan yang berharga untuk kurikulum teknik reservoir, membina keahlian masa depan dalam teknologi energi berkelanjutan.