Optimalisasi reservoir waterflood matang merupakan langkah kritis bagi ketahanan energi nasional Indonesia dan sejalan dengan SDG 7 (energi bersih dan terjangkau) serta SDG 12 (konsumsi bertanggung jawab). Penelitian ini mengatasi tantangan penurunan produksi minyak dan sirkulasi air berlebih di Lapangan Olympus dengan mengembangkan strategi workover dinamis berbasis aturan yang secara proaktif menangani water breakthrough. Menggunakan software simulasi reservoir tNavigator, kami memodelkan 7 sumur injeksi dan 11 sumur produksi selama 20 tahun ke depan. Suatu sumur produksi secara otomatis memicu workover ketika kadar air (water cut) melebihi batas ekonomis 0,8; perforasi penyumbang air terburuk (worst‑offending perforation) – yang diidentifikasi melalui kontribusi water cut per lapisan dari keluaran simulasi – kemudian diisolasi secara selektif. Logika loop tertutup ini diimplementasikan melalui penjadwal kendali sumur (well control scheduler) di tNavigator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dioptimasi meningkatkan produksi minyak kumulatif sebesar 1,7 MMstb (3,2%) sekaligus mengurangi produksi air kumulatif sebesar 8,2 MMstb (7,6%) dan injeksi air kumulatif sebesar 7,1 MMstb (4,3%). Tekanan reservoir lebih terjaga, mengindikasikan peningkatan efisiensi sapuan dan berkurangnya sirkulasi air. Evaluasi ekonomi awal menunjukkan bahwa biaya penanganan dan injeksi air yang dihemat lebih besar dibandingkan biaya workover, menghasilkan nilai sekarang bersih (net present value) yang positif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan terintegrasi pertama dari alur kerja isolasi zona otomatis yang dipicu oleh batas ekonomis untuk lapangan ini, menyediakan kerangka kerja yang dapat direplikasi untuk aset matang lainnya di Indonesia. Inovasi teknik ini berkontribusi langsung pada pengelolaan sumber daya berkelanjutan dan mendukung tujuan Indonesia Emas 2045.