Yohana Mustika Fadila
UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Coping Stres Mahasiswa Rantau yang Bekerja: Kajian Literatur Yohana Mustika Fadila
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.245

Abstract

Mahasiswa rantau yang bekerja menghadapi tuntutan ganda antara aspek akademik, pekerjaan, dan penyesuaian diri di lingkungan baru yang berpotensi menimbulkan stres. Kondisi ini menuntut kemampuan manajemen waktu yang baik, ketahanan mental, serta strategi coping yang efektif agar individu tetap mampu menjalankan peran secara seimbang. Selain itu, keterbatasan dukungan sosial dari keluarga yang jauh secara geografis dapat memperburuk tekanan psikologis yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara literatur bentuk stres yang dialami serta strategi coping yang digunakan oleh mahasiswa rantau yang bekerja. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah terkait coping stres pada mahasiswa pekerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa sumber stres utama meliputi kesulitan dalam manajemen waktu, beban tugas yang tinggi, konflik jadwal antara kuliah dan pekerjaan, serta keterbatasan dukungan sosial. Dalam menghadapi stres tersebut, mahasiswa menggunakan dua strategi coping utama, yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping. Kajian ini juga menunjukkan bahwa coping yang adaptif dapat memberikan dampak positif berupa peningkatan kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan manajemen diri, meskipun stres yang tidak terkelola dapat berdampak pada penurunan kesehatan fisik, mental, dan prestasi akademik. Oleh karena itu, diperlukan strategi coping yang efektif serta dukungan lingkungan agar mahasiswa rantau yang bekerja mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan.