Suryono Suryono
Stikes Pamenang Kediri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGELOLAAN DATA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) : DATA MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM POSYANDU MANAGEMENT PRIMARY SERVICE INTEGRATION (ILP) luluk susiloningtyas luluk; aris dwi cahyono; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono Suryono; Lucia Endarwati
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.279

Abstract

Abstrak Kementerian Kesehatan RI mulai mengintegrasikan dan merevitalisasikan pelayanan kesehatan primer yang bertujuan menguatkan pelayanan kesehatan primer dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif. Integrasi diselenggarakan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga ke tingkat desa/kelurahan, dengan sasaran seluruh siklus hidup. Saat ini kegiatan posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan program kebijakan dari Kementerian Kesehatan RI yang masih baru dilaksanakan. Desa Karangrejo merupakan salah satu Desa yang melaksanakan kegiatan Posyandu ILP. Transformasi pelayanan kesehatan di posyandu saat ini fokus pada 5 langkah, yaitu pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pemeriksaan, pelayanan kesehatan dan penyuluhan, serta validasi dan sinkronisasi data hasil pelayanan, berupa adanya kunjungan rumah, kelas ibu hamil, dan kelas ibu balita. Berdasarkan identifikasi masalah dari hasil observasi pelayanan kesehatan Posyandu ILP di Desa Karangrejo kenyataan dilapangan partisipasi masyarakat baik balita, remaja maupun lansia masih belum semua sasaran terpenuhi, masih tercapai sebesar 80 %. Selain itu diketahui dari sistem informasi pencatatan data pada posyandu ILP masih bersifat manual sehingga pengolahan data dan informasi masih mengalami beberapa kendala terutama dari segi akurasi dan efektifitas. Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kegiatan pengolahan data sistem informasi manajemen Posyandu ILP di Desa Karangrejo. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi Pengelolaan Data Sistem Informasi Manajemen Posyandu ILP di Desa Karangrejo, khususnya mengetahui pencatatan dan pelaporan data Posyandu ILP. Fokus Sistem Informasi Manajemen Posyandu ILP yaitu tata kelola pelaksanaan pencatatan dan pelaporan data posyandu ILP. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan metode kualitatif.  Lokasi penelitian berada di Desa Karangrejo, Kecamatan  Ngasem Kabupaten  Kediri dilaksanakan bulan Mei – Juli 2024. Peneliti menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan pendekatan interaktif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Objek penelitian adalah kader posyandu dengan observasi dan wawancara langsung dengan petugas posyandu. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil Kegiatan Posyandu ILP di Desa Karangrejo sudah berjalan dengan baik dengan dukungan berbagai pihak termasuk partisipasi masyarakat tetapi dalam pengelolaan data perlu pengembangan dalam pengelolaan data sistem informasi menajemen posyandu ILP. Adanya sistem informasi merupakan salah satu solusi terbaik untuk mengatasi masalah pencatatan yang sering terjadi seperti kehilangan data, karena dengan adanya sistem ini, semua data tersimpan dalam database dan pengolahannya menjadi lebih cepat. Oleh karena itu ada gagasan membuat rancangan sistem informasi pencatatan data pelayanan posyandu ILP berbasis desktop dengan tujuan mempermudah pengolahan data pelayanan yang ada di posyandu ILP. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan data sistem informasi manajemen posyandu ILP, dapat membantu posyandu dalam pengelolaan data dengan lebih efesien dan cepat, dapat mempermudah dalam penginputan data baik dari pengolahan data yang membutuhkan waktu lama, pembuatan laporan dan menghindari data yang rusak, hilangnya data, serta penumpukan data. Manajemen data Sistem Informasi Posyandu sangat baik bagi pengembangan Sistem informasi untuk peningkatan mutu layanan posyandu di Desa Karangrejo. Abstract The Indonesian Ministry of Health has begun to integrate and revitalize primary health services with the aim of strengthening primary health services by encouraging increased promotive and preventive efforts. Integration is carried out by bringing health services closer through networks to the village/sub-district level, targeting the entire life cycle. Currently, Primary Care Integration (ILP) posyandu activities are a policy program from the Indonesian Ministry of Health that has only just been implemented. Karangrejo Village is one of the villages that carries out ILP Posyandu activities. The transformation of health services at posyandu currently focuses on 5 steps, namely registration, weighing and measuring, recording and examination, health services and counseling, as well as validation and synchronization of service results data, in the form of home visits, classes for pregnant women, and classes for mothers of toddlers. Based on the identification of problems from observations of the ILP Posyandu health services in Karangrejo Village, the reality in the field is that community participation for toddlers, teenagers and the elderly is still not all targets being met, it has still been achieved at 80%. Apart from that, it is known that the information system for recording data at the ILP posyandu is still manual so that data and information processing still experiences several obstacles, especially in terms of accuracy and effectiveness. Therefore, this activity was carried out to find out an overview of the implementation of ILP Posyandu management information system data processing activities in Karangrejo Village.The aim of this research is to identify ILP Posyandu Management Information System Data Management in Karangrejo Village, specifically knowing the recording and reporting of ILP Posyandu data. The focus of the ILP Posyandu Management Information System is the governance of the recording and reporting of ILP Posyandu data. This research uses a qualitative approach and methods.  The research location is in Karangrejo Village, Ngasem District, Kediri Regency, carried out in May – July 2024. Researchers used purposive sampling. Research data collection was carried out using an interactive approach with data collection methods in the form of structured interviews, documentation and observation. The research object was posyandu cadres through direct observation and interviews with posyandu officers. Data analysis techniques through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity uses source triangulation and method triangulation techniques. The results of the ILP Posyandu activities in Karangrejo Village have been running well with the support of various parties including community participation, but in data management there is a need for development in data management of the ILP Posyandu management information system. Having an information system is one of the best solutions to overcome recording problems that often occur, such as data loss, because with this system, all data is stored in a database and processing is faster. Therefore, there is an idea to design a desktop-based information system for recording ILP posyandu service data with the aim of making it easier to process service data at ILP posyandu. It is hoped that the results of this activity can optimize the data management of the ILP posyandu management information system, can help posyandu in managing data more efficiently and quickly, can make it easier to input data both from processing data which takes a long time, making reports and avoiding damaged data, loss data, as well as data accumulation. Posyandu Information System data management is very good for developing information systems to improve the quality of posyandu services in Karangrejo Village.
EVALUASI IMPLEMENTASI APLIKASI DATA WEREHOUSE DALAM PENYAJIAN DATA STUNTING MENGGUNAKAN METODE PIECES DI KABUPATEN KEDIRI : EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE WEREHOUSE DATA MODELING APPLICATION FOR PRESENTING STUNTING DATA IN VILLAGES IN KEDIRI REGENCY luluk susiloningtyas luluk; Arik Sofan Tohir; Aris Dwi Cahyono; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono Suryono
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.446

Abstract

Abstrak   Teknologi informasi menjadi solusi masalah layanan publik, termasuk pengolahan data besar lewat data warehouse dengan metode Nine Step Kimball model Skema Bintang. Data warehouse mendukung pengelolaan dan analisis data. Masalah muncul saat manajemen butuh informasi detail dan tepat waktu tentang data transaksional stunting, tapi di lapangan pihak manajemen kesulitan mendapat profil data stunting karena pengisian aplikasi belum lengkap. Karena itu perlu evaluasi penerapan aplikasi pemodelan data warehouse untuk penyajian data stunting. Tujuan penelitian mendeskripsikan evaluasi penerapan aplikasi Pemodelan Data Warehouse untuk penyajian data stunting di Desa Wilayah Kabupaten Kediri. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan Mei-Juni 2025 di Desa wilayah Kabupaten Kediri. Populasi seluruh kader kesehatan pengguna aplikasi dengan sampel 40 orang pakai total sampling. Data dikumpulkan lewat kuesioner PIECES. Uji validitas 35 item valid karena r-hitung > r-tabel 0,334 dan reliabilitas Alpha 0,928 > 0,70, jadi instrumen valid dan reliabel. Pengukuran pakai skala Likert dengan analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan semua aspek PIECES kategori Baik: performance 90%, information 85%, economics 82,5%, efficiency 72,5%, service 65%, control 62,5%. Skor terendah ada pada control 62,5% dan service 65% sehingga perlu perbaikan. Rekomendasi: optimalkan pelatihan dan monitoring evaluasi petugas agar lebih terampil serta lakukan backup data berkala. Melalui rancang bangun warehouse stunting diharapkan jadi alat bantu penyajian data stunting yang valid, sehingga stakeholder SKPD dan pemerintah desa bisa menetapkan sasaran intervensi tepat dan cepat. Hasil penelitian bisa jadi bahan evaluasi Desa Wilayah Kabupaten Kediri dalam pemantauan dan penanganan stunting. Abstract   Information technology is an effective solution for public service challenges, including the processing of large datasets through a data warehouse using the Nine Step Kimball model with a Star Schema design. A data warehouse supports data management and analysis. A problem arises when management requires detailed and timely information from stunting transactional data; however, in practice, managers struggle to obtain stunting profiles because data entry in the existing application remains incomplete. Therefore, an evaluation of the implementation of a data warehouse modeling application for stunting data presentation is necessary.This study aimed to describe the evaluation of the Data Warehouse Modeling application for stunting data presentation in villages in Kediri Regency. The research method was quantitative descriptive with a cross-sectional approach. The study was conducted from May to June 2025 in villages within Kediri Regency. The population consisted of all community health cadres using the application, with a total sample of 40 respondents selected through total sampling. Data were collected using a questionnaire based on the PIECES framework. Validity testing showed that 35 items were valid with r-count > r-table of 0.334, and reliability testing yielded Cronbach’s Alpha of 0.928 > 0.70, indicating that the instrument was valid and reliable. Measurements used a Likert scale, and data were analyzed using descriptive statistics.The results showed that all PIECES variables were in the “Good” category: performance 90%, information 85%, economics 82.5%, efficiency 72.5%, service 65%, and control 62.5%. The lowest scores were control 62.5% and service 65%, indicating areas for improvement. Recommendations include optimizing training and monitoring-evaluation for officers to improve competency and performing regular data backups. Through the development of a stunting data warehouse, the application is expected to serve as a valid tool for presenting stunting data, enabling Regional Work Units (SKPD) stakeholders and village governments to set intervention targets accurately and promptly. These findings can serve as evaluation material for villages in Kediri Regency for stunting monitoring and management.