Victorson Taruh
State University of Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Nilai Collectible dan Keterikatan Emosional Terhadap Keputusan Pembelian Photocard pada Penggemar Korean Pop (K-Pop) Angel Arvellia Tjoantho; Niswatin Niswatin; Victorson Taruh
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i4.10896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi nilai collectible dan keterikatan emosional terhadap keputusan pembelian photocard pada penggemar K-Pop, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner online dengan populasi adalah seluruh penggemar K-Pop yang berdomisili di Indonesia. Sampel penelitian ditarik menggunakan teknik purposive sampling diperoleh total responden yang memenuhi kriteria sebanyak 176 responden. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunkan SPSS versi 20. Analisis data menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi nilai collectible dan keterikatan emosional secara parsial dan simultan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian photocard pada penggemar K-Pop. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelian photocard yang dilakukan oleh penggemar K-Pop dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti persepsi dan emosi. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa persepsi nilai collectible dan keterikatan emosional dapat menjelaskan keputusan pembelian photocard sebesar 31,5%. Sementara itu, 68,5% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel penelitian ini, seperti self-cotrol, mental accounting, kampanye boikot, dan lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam akuntansi keperilakuan keputusan pembelian tidak sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan rasional, tetapi juga oleh faktor psikologis seperti persepsi nilai dan keterikatan emosional, serta dinamika sosial dalam komunitas.