Putu Sukma Kurniawan
Ganesha University of Education

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Akurasi Altman Z-Score Dan Regresi Logistik Dalam Memprediksi Kebangkrutan Perusahaan Komang Marianti; I Made Pradana Adiputra; Putu Sukma Kurniawan
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i4.10927

Abstract

Ketidakpastian ekonomi global menimbulkan tekanan besar pada sektor manufaktur, terutama pada subsektor Apparel & Luxury Goods di Indonesia yang sangat bergantung pada impor bahan baku serta pasar ekspor. Situasi ini memperbesar potensi terjadinya financial distress yang dapat berujung pada kebangkrutan perusahaan untuk mengatasi hal tersbut diperlukan model prediksi kebangkrutan untuk mencegah kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan tingkat ketepatan model Altman Z-Score dengan regresi logistik ordinal dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Sampel penelitian mencakup 20 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024, dengan total 79 data observasi. Teknik analisis dilakukan melalui perhitungan Altman Z-Score, penerapan regresi logistik ordinal, serta pengujian akurasi menggunakan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Altman Z-Score memiliki tingkat akurasi sebesar 57%, sedangkan regresi logistik ordinal mencapai 78%. Temuan ini mengindikasikan bahwa regresi logistik lebih unggul dalam menangkap dinamika risiko keuangan karena mampu mengakomodasi berbagai variabel internal maupun faktor makroekonomi, seperti inflasi. Selain itu, variabel profitabilitas terbukti menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam menentukan kondisi keuangan perusahaan. Dengan demikian, regresi logistik dinilai lebih efektif sebagai early warning system dalam memprediksi kebangkrutan, khususnya pada sektor industri yang sensitif terhadap fluktuasi ekonomi.
Analisis Pengelolaan Keuangan Petani Penggarap Dalam Peningkatan Ketahanan Ekonomi Keluarga(Studi Kasus Petani Di Desa Penglatan Kecamatan Buleleng) Putu Ari Aryawati; Putu Sukma Kurniawan; Ni Luh Asri Savitri
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i5.11093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan keuangan petani penggarap dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga di Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive, meliputi Kelian Subak, buruh tani, dan keluarga buruh tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi petani dalam mengoptimalkan pendapatan dilakukan melalui diversifikasi sumber penghasilan, baik dari sektor pertanian maupun non-pertanian, sebagai bentuk adaptasi terhadap pendapatan yang bersifat fluktuatif. Pengaturan pengeluaran rumah tangga dilakukan secara sederhana dengan memprioritaskan kebutuhan pokok serta menunda pengeluaran non-esensial, meskipun belum didukung oleh perencanaan keuangan yang sistematis. Pengelolaan keuangan petani masih bersifat informal, ditandai dengan tidak adanya pemisahan antara keuangan usaha dan rumah tangga, serta minimnya kebiasaan menabung. Namun demikian, praktik pengelolaan keuangan yang fleksibel, pemanfaatan lembaga keuangan lokal, pengelolaan utang secara hati-hati, serta dukungan kerja sama antaranggota keluarga mampu menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka pendek. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan, akses terhadap lembaga keuangan formal, dan peran pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani secara berkelanjutan.