Gede Adri Ergi Kurniawan
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penerapan SAK EMKM, Pengelolaan Arus Kas, Dan Implementasi Nilai Tri Hita Karana Terhadap Kinerja Keuangan Umkm Pariwisata Di Kabupaten Buleleng Gede Adri Ergi Kurniawan; I Gusti Ayu Purnamawati; I Gede Agus Pertama Yudantara
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/9v13w717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan SAK EMKM, pengelolaan arus kas, serta Implementasi Nilai Tri Hita Karana terhadap kinerja keuangan UMKM sektor pariwisata di Kabupaten Buleleng. Populasi penelitian mencakup seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Buleleng. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 122 pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS. Data yang telah terkumpul dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu uji statistik deskriptif, uji kualitas data, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SAK EMKM dan pengelolaan arus kas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Sementara itu, Implementasi Nilai Tri Hita Karana menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan, hal ini dikarenakan pengaruhnya terlebih dahulu berkaitan dengan hubungan sosial, etika usaha, dan kepercayaan konsumen sebelum berdampak pada kinerja keuangan. Secara parsial, ketiga variabel tersebut terbukti berpengaruh terhadap kinerja keuangan UMKM sektor pariwisata di Kabupaten Buleleng, meskipun faktor teknis keuangan lebih dominan dalam meningkatkan kinerja keuangan.