Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, lingkungan kerja, dan kompensasi terhadap produktivitas kerja aparat Nagari di Tandikek Barat, Kabupaten Padang Pariaman, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi terdiri dari 42 responden, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden menggunakan model skala Likert. Metode analisis data meliputi analisis regresi linier berganda, uji-t, uji-F, dan analisis koefisien determinasi. Hasil analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan sebagai berikut: Y=13,996+0,36X_1+0,462X_2+0,424X_3+e. Hasil uji-t menunjukkan bahwa budaya organisasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karena nilai t yang dihitung lebih rendah dari nilai t tabel (0,36 < 1,690), meskipun nilai signifikansi 0,01 < 0,05. Lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karena nilai t yang dihitung lebih besar dari nilai t tabel (3,075 > 1,690) dengan nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Demikian pula, kompensasi sebagian memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karena nilai t yang dihitung lebih besar dari nilai t tabel (3,076 > 1,690) dengan nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Hasil uji F menunjukkan bahwa budaya organisasi, lingkungan kerja, dan kompensasi secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karena nilai F yang dihitung lebih besar dari nilai F tabel (14,946 > 2,87) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,524, yang mengindikasikan bahwa budaya organisasi, lingkungan kerja, dan kompensasi berkontribusi sebesar 52,4% terhadap produktivitas kerja aparat Nagari Tandikek Barat, sedangkan sisanya sebesar 47,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam studi ini.