Yuni Cahyati Siregar
Sekolah Tinggi Diakones HKBP

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Present, Listening dan Touching dalam Pendampingan Pasien Hemodialisa: Tinjauan Teori Anton Boisen (Studi Literatur) Yuni Cahyati Siregar; Elkana Siburian; Reni Hutauruk; Eleven Sihotang
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 7, No 1 (2026): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v7i1.367

Abstract

AbstractThis study examines the meaning of presence, listening, and touching in pastoral care for hemodialysis patients through Anton Boisen’s theory of the living human document. Hemodialysis patients undergo long-term therapy that affects not only their physical condition but also their psychological and spiritual well-being, including anxiety, despair, mental fatigue, and loss of life meaning. This research employs a qualitative method with a literature review approach, drawing on theological, pastoral, and healthcare-related sources. The findings show that presence provides security and reduces loneliness, listening creates space for patients to express their lived experiences, and touching functions as non-verbal communication that conveys empathy and emotional support. These three aspects enrich holistic pastoral care and help hemodialysis patients rediscover hope, meaning, and overall well-being amid their suffering. AbstrakPenelitian ini membahas makna kehadiran (present), mendengarkan (listening), dan sentuhan (touching) dalam pendampingan pastoral pasien hemodialisa berdasarkan teori Anton Boisen tentang the living human document. Pasien hemodialisa menghadapi terapi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis dan spiritual, seperti kecemasan, keputusasaan, kelelahan mental, serta hilangnya makna hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber-sumber teologis, pastoral, dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran memberi rasa aman dan mengurangi kesepian, mendengarkan membuka ruang bagi pasien untuk mengekspresikan pengalaman hidupnya, sedangkan sentuhan menjadi komunikasi non-verbal yang menghadirkan empati dan dukungan emosional. Ketiga aspek tersebut memperkaya pendampingan pastoral yang holistik, serta menolong pasien hemodialisa menemukan kembali harapan, makna hidup, dan kesejahteraan secara menyeluruh.