Aliya Devi Maharani
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membedah Kekerasan dalam Konflik Poso: Analisis Kritis atas Kekerasan Struktural, Kultural, dan Langsung dalam Perspektif Johan Galtung Aliya Devi Maharani
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.606

Abstract

Konflik Poso merupakan salah satu konflik komunal yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 hingga 2001. Konflik ini menimbulkan dampak sosial, politik, ekonomi, serta trauma pada manusia yang berkepanjangan. Konflik Poso ini sering dipahami sebagai konflik yang bernuansa agama antara komunitas Muslim dan Kristen. Namun pandangan tersebut cenderung menyederhanakan kompleksitas faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik Poso melalui perspektif Segitiga Kekerasan Johan Galtung yang membagi kekerasan dalam tiga bentuk, yaitu kekerasan langsung, kekerasan kultural, dan kekerasan struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (literature review) melalui buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan konflik Poso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konflik Poso tidak hanya ditandai dengan kekerasan langsung seperti bentrokan antar kelompok, pembunuhan, pertikaian, namun juga dipengaruhi oleh kekerasan struktural yang muncul dalam bentuk ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik. Selain itu, kekerasan kultural turut berperan melalui penggunaan identitas agama atau kelompok untuk membenarkan suatu tindakan kekerasan. Perlunya upaya untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan tidak hanya mengenai penghentian kekerasan yang terjadi namun juga mengatasi ketimpangan struktural dan membangun budaya damai dalam masyarakat.