Abdullah Syafei
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pola Gaya Hidup yang Tidak Sehat, Kurang Aktivitas Fisik dan Stres terhadap Penyakit Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja Tahun 2025 Iin Supriatna; Abdullah Syafei; Bahrum Rangkuti
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i02.124

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, terutama pada lansian dan banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola gaya hidup tidak sehat, stres, dan kurang aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian analitik. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang diambil secara random sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola gaya hidup tidak sehat, stres, dan kurang aktivitas fisik secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kejadian hipertensi (nilai F = 18,472; nilai p < 0,001). Secara parsial, pola gaya hidup tidak sehat (nilai t = 4,812; nilai p < 0,001), stres (nilai t = 4,667; nilai p < 0,001), dan kurangnya aktivitas fisik (nilai t = 4,231; nilai p < 0,001) juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap hipertensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola gaya hidup tidak sehat, stres, dan kurang aktivitas fisik merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja.
Analisis Keberhasilan Atau Kegagalan Pasien Diabetes Melitus dalam Mengadopsi Gaya Hidup Sehat di Puskesmas Telagasari Ujang Mumuh; Abdullah Syafei; Rudi Pangarsaning Utami
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i01.86

Abstract

Diabetes Melitus  (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi dan menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi meningkat. Perlu strategi yang lebih efektif dalam upaya mencegah dan mengelola penyakit DM. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keberhasilan atau kegagalan pasien Diabetes Mellitus  dalam mengadopsi gaya hidup sehat di Puskesmas Telagasari, Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari 10 pasien DM tipe 2 yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria telah terdiagnosis minimal satu tahun dan menjalani perawatan rutin di Puskesmas Telagasari. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung. Wawancara menggali pengalaman pasien dalam menerapkan gaya hidup sehat, sedangkan observasi menganalisis interaksi pasien dengan tenaga kesehatan serta kondisi sosial dan fisik di puskesmas. Data dianalisis menggunakan metode analisis tematik dengan menggunakan aplikasi Nvivo ver.15 untuk mengidentifikasi pola, tantangan utama, serta faktor yang mempengaruhi keberhasilan pasien dalam mengelola DM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan dan emosional terhadap keberhasilan atau kegagalan pasien dalam mengelola penyakit DM menyebutkan bahwa keluarga baik itu istri, suami dan anak atau lingkungan sosial seperti teman, rekan kerja dan lingkungan luar di sekitar sangat berpengaruh dalam pengelolaan penyakit DM. Semua informan menyatakan tantangan terbesar dalam menghadapi penyakit DM adalah pola makan dan gaya hidup seperti kebiasaan yang tidak bisa dirubah sebelum seseorang terjangkit DM, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, kurang serat, serta jadwal makan yang tidak teratur dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes.