Sumber pendapatan daerah Kabupaten Jombang utamanya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dana transfer, dan pendapatan daerah lainnya yang sah. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis serta mendeskripsikan struktur dan karakteristik sumber pendapatan daerah Kabupaten Jombang yang meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta pendapatan daerah lainnya dalam perspektif keuangan publik. Metode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan mengumpulkan beberapa data dari sumber resmi seperti laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Inovasi penelitian ini terlihat dri kedalaman analisisnya dalam menganalisis komposisi pendapatan daerah di Kabupaten Jombang dari segi keuangan publik. Analisis ini menggunakan data terbaru dari APBD termasuk proyeksi hingga tahun 2026 dan ditambah dengan analisis kemandirian fiskal. Penelitian ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang hanya menganalisis dampak PAD terhadap pengeluaran daerah atau efisiensi pajak secara parsial. Keterbaruannya ditunjukkan dengan menggabungkan teknik deskriptif kualitatif dengan sekunder yang membuktikan adanya dominasi pembayaran transfer pusat 70%, rendahnya PAD 25% dan tingkat kemandirian fiskal sebesar 24,6% yang relatif lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur. Analisis ini bertujuan menggambarkan kapasitas keuangan Kabupaten Jombang berdasarkan struktur pendapatannya serta menilai pengelolaannya dari sisi akuntabilitas. Hasil dari analisis APBD menunjukkan bahwa pendapatan daerah masih didominasi dana transfer pusat, sementara kontribusi PAD relatif terbatas meskipun berpotensi dapat ditingkatkan melalui pajak dan retribusi daerah. Hal ini menandakan bahwa tingkat kemandirian fiskal daerah belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukannya optimalisasi sumber-sumber PAD untuk memperkuat kemandirian keuangan serta mendukung pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, dan berkelanjutan.