Deana Febriani Syafiratunnisa
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Intensitas Pembuatan Video Explainer Terhadap Digital Addiction pada Mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Deana Febriani Syafiratunnisa; Fauziah Eka Ramadhani; Selvia Febrianti Putri; Zafira Chikal Zulaeyka
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10621

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong mahasiswa untuk menggunakan perangkat digital dengan frekuensi tinggi dalam kegiatan akademik, salah satunya melalui pembuatan video explainer. Kegiatan ini meliputi pencarian referensi, penulisan naskah, proses penyuntingan, dan publikasi konten, yang dilakukan secara berkelanjutan dan berpotensi meningkatkan kecenderungan digital addiction. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan intensitas pembuatan video explainer dan tingkat digital addiction pada mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Teknologi Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif melalui teknik survei dengan membagikan kuesioner kepada mahasiswa. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat intensitas pembuatan video explainer dan digital addiction mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecanduan digital di kalangan siswa masuk dalam kategori sedang, dengan persentase rata-rata sebesar 82,15%. Indikator tertinggi terlihat pada frekuensi penggunaan perangkat digital saat mengerjakan video (96%), durasi kerja yang lama (92%), dan penggunaan berbagai aplikasi atau fitur digital (91,5%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas akademik dalam membuat video penjelasan memerlukan keterlibatan teknologi yang intensif. Oleh karena itu, diharapkan siswa memiliki pengendalian diri dan manajemen waktu yang baik sehingga penggunaan teknologi digital tetap optimal tanpa menimbulkan ketergantungan berlebihan