Rama Nida Siregar
UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDENTS’ ERRORS IN SOLVING CALCULUS PROBLEMS ON INCREASING, DECREASING, AND CONCAVITY OF FUNCTIONS Rizki Harahap; Rama Nida Siregar
EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2026): Article In Press
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/emteka.v7i2.11675

Abstract

Calculus is a fundamental course in mathematics education; however, many students experience difficulties that lead to errors in problem solving. This study aimed to identify and analyze students’ errors in solving calculus problems involving increasing functions, decreasing functions, and function concavity. A qualitative descriptive case study approach was employed involving 22 fifth-semester mathematics education students at UIN Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan during the 2024/2025 academic year. Data were collected through four essay-test items and semi-structured interviews with six purposively selected students representing different error categories. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed three categories of errors: conceptual, operational, and factual errors. Operational errors were the most dominant, particularly in derivative calculations, algebraic manipulations, and interval determination. Conceptual errors occurred when students misinterpreted the meaning of first and second derivatives in determining function behavior, whereas factual errors were related to the incorrect use of mathematical symbols and notation. The errors were mainly influenced by insufficient conceptual understanding, lack of carefulness, and ineffective problem-solving practices. These findings provide important implications for calculus instruction by highlighting the need to strengthen conceptual understanding alongside procedural fluency. The study contributes to the literature on calculus error analysis by providing an in-depth examination of students’ difficulties in applying derivative concepts to analyze increasing functions, decreasing functions, and function concavity. Kalkulus merupakan salah satu mata kuliah dasar dalam pendidikan matematika. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal kalkulus yang berkaitan dengan fungsi naik, fungsi turun, dan kecekungan fungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif yang melibatkan 22 mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan pada tahun akademik 2024/2025. Data dikumpulkan melalui empat butir soal uraian dan wawancara semi-terstruktur terhadap enam mahasiswa yang dipilih secara purposive untuk mewakili kategori kesalahan yang berbeda. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga kategori kesalahan, yaitu kesalahan konseptual, kesalahan operasional, dan kesalahan faktual. Kesalahan operasional merupakan jenis kesalahan yang paling dominan, terutama dalam perhitungan turunan, manipulasi aljabar, dan penentuan interval. Kesalahan konseptual terjadi ketika mahasiswa salah menafsirkan makna turunan pertama dan turunan kedua dalam menentukan perilaku fungsi, sedangkan kesalahan faktual berkaitan dengan penggunaan simbol dan notasi matematika yang tidak tepat. Kesalahan-kesalahan tersebut terutama dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman konseptual, rendahnya ketelitian, serta praktik pemecahan masalah yang kurang efektif. Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pembelajaran kalkulus dengan menekankan perlunya penguatan pemahaman konseptual yang seimbang dengan kelancaran prosedural. Penelitian ini berkontribusi pada kajian analisis kesalahan dalam kalkulus melalui penyajian analisis mendalam mengenai kesulitan mahasiswa dalam menerapkan konsep turunan untuk menganalisis fungsi naik, fungsi turun, dan kecekungan fungsi.
STUDENTS’ MATHEMATICAL COMMUNICATION SKILLS IN SOLVING DATA PRESENTATION PROBLEMS Arjuna Yahdil Fauza Rambe; Rama Nida Siregar; Mariam Nasution; Suparni
EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2026): Article In Press
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/emteka.v7i2.11696

Abstract

Mathematical communication skills are an essential competency in mathematics learning because they help students organize information, represent data, and communicate ideas and problem-solving processes accurately. However, in data presentation topics, students still encounter difficulties in explaining solution procedures, creating visual representations, and using mathematical expressions correctly. This study aimed to analyze students' mathematical communication skills in solving data presentation problems based on the indicators of written text, drawing, and mathematical expression. This research employed a qualitative descriptive approach. The subjects were seventh-grade students of MTs Mamba’ul ‘Ulum, selected based on high, moderate, and low levels of mathematical communication skills. Data were collected through essay tests and semi-structured interviews and were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that students in the high category were able to identify information, present data in tables and diagrams, and use mathematical expressions systematically and accurately. Students in the moderate category were able to communicate mathematical ideas fairly well, although they still made errors in representations and calculations. Meanwhile, students in the low category experienced difficulties in explaining procedures, presenting data visually, and constructing appropriate mathematical models. These findings indicate differences in mathematical communication skills across student categories, which influence the quality of mathematical problem-solving. Kemampuan komunikasi matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa mengorganisasi informasi, merepresentasikan data, serta mengomunikasikan ide dan proses penyelesaian masalah secara tepat. Namun, pada materi penyajian data masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menjelaskan langkah penyelesaian, membuat representasi visual, dan menggunakan ekspresi matematis secara benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal penyajian data berdasarkan indikator written text, drawing, dan mathematical expression. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII MTs Mamba’ul ‘Ulum yang dipilih berdasarkan kategori kemampuan komunikasi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes uraian dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori tinggi mampu mengidentifikasi informasi, menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram, serta menggunakan ekspresi matematis secara sistematis dan tepat. Siswa kategori sedang mampu mengomunikasikan ide matematika dengan cukup baik, meskipun masih melakukan kesalahan pada representasi dan perhitungan. Sementara itu, siswa kategori rendah mengalami kesulitan dalam menjelaskan prosedur, menyajikan data secara visual, dan menyusun model matematika. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan kemampuan komunikasi matematis yang memengaruhi kualitas pemecahan masalah matematika.