Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kapasitas Lentur Sambungan Beton Lama–Baru Menggunakan Bonding Agent dengan Variasi Umur Beton dan Sudut Bidang Sambungan Ahmad Jecko Ferry Adi; Ichwan Dwi Rohani
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i2.2

Abstract

Pengecoran beton yang dilakukan secara bertahap sering menghasilkan bidang sambungan yang berpotensi menurunkan kinerja struktur, terutama terhadap beban lentur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh umur beton eksisting dan sudut bidang sambungan terhadap kapasitas lentur balok beton mutu rencana 20 MPa yang disambung menggunakan bonding agent. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan balok beton dengan variasi umur beton lama 14 dan 28 hari serta sudut sambungan 45° dan 60°. Permukaan sambungan dipersiapkan dengan pengasaran dan pelapisan bonding agent sebelum pengecoran beton baru. Pengujian meliputi slump, kuat tekan, dan kuat lentur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton yang dihasilkan mencapai kuat tekan rata-rata 22,34 MPa pada umur 28 hari sehingga memenuhi mutu rencana. Balok tanpa sambungan memiliki kuat lentur rata-rata sebesar 3,02 MPa. Kapasitas lentur sambungan cenderung menurun seiring bertambahnya umur beton lama saat penyambungan. Sambungan dengan sudut 45° menunjukkan kinerja lentur lebih baik dibandingkan sudut 60°. Penggunaan bonding agent mampu meningkatkan kapasitas lentur sambungan rata-rata sebesar 12,8% dibandingkan sambungan tanpa bahan perekat. Dapat disimpulkan bahwa umur penyambungan, geometri bidang sambungan, dan penggunaan bonding agent berpengaruh terhadap kapasitas lentur balok beton. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan sambungan konstruksi untuk mempertahankan integritas struktur pada pekerjaan pengecoran bertahap.