Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Lateks Karet Alam terhadap Ketahanan Rendaman Campuran AC-WC Menggunakan Aspal Pen 60/70 Jhohansen Situmorang; Nurul Azizah; Eka Oktafia
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i2.4

Abstract

Kerusakan perkerasan lentur akibat pengaruh air masih menjadi salah satu permasalahan utama yang dapat menurunkan umur layanan jalan. Upaya peningkatan ketahanan campuran beraspal terhadap pengaruh kelembapan dapat dilakukan melalui pemanfaatan bahan aditif yang memiliki sifat elastis dan daya lekat tinggi, salah satunya adalah lateks karet alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan lateks karet alam terhadap karakteristik Marshall dan ketahanan rendaman campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) menggunakan aspal penetrasi 60/70. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan variasi kadar lateks sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6% terhadap berat aspal. Pengujian dilakukan melalui Marshall konvensional dan Marshall Immersion untuk memperoleh nilai stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), Marshall Quotient (MQ), serta Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lateks sebesar 2% menghasilkan kinerja optimum dengan nilai stabilitas dan MQ yang lebih tinggi dibandingkan campuran normal, serta memberikan nilai IKS yang memenuhi persyaratan spesifikasi sehingga menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap pengaruh rendaman air. Sebaliknya, penambahan lateks yang terlalu tinggi cenderung menurunkan stabilitas dan meningkatkan rongga campuran sehingga mengurangi kinerja perkerasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan lateks karet alam dalam jumlah optimum mampu meningkatkan daya tahan campuran AC-WC terhadap kerusakan akibat air sekaligus memperbaiki karakteristik Marshall. Oleh karena itu, penggunaan lateks sebesar 2% direkomendasikan sebagai bahan modifikasi aspal pada lapis permukaan jalan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan karet alam lokal berpotensi mendukung pengembangan teknologi perkerasan jalan yang lebih berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah komoditas karet, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan aditif sintetis.