Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Ternak Menjadi Pupuk Organik dalam Pengembangan Sayuran, di Desa Cialam Jaya Kabupaten Konawe Selatan Hijria Hijria
Amaliah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): Edisi 2018
Publisher : LP3M, Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.84 KB)

Abstract

Di Desa Cialam Jaya Kabupaten Konawe Selatan, terdapat dua kelompok tani sayuran yang cukup besar dan mengelola sayuran dari kebun rakyat, yaitu kelompok Kelompok Tani Suka Maju dan Binangkit. Selain itu, kedua kelompok tani ini rata-rata memiliki 2-3 ekor sapi. Limbah pertanian berupa sayur-sayuran yang tidak terjual yang setiap hari dari kedua kelompok tani menghasilkan limbah rata-rata 12 kg/hari. Hasil limbah panen sayuran dan ternak milik kelompok tani, dibiarkan begitu saja dilahan dan dikandang. Budidaya tanaman sayuran selama ini kedua kelompok tani hanya mengandalkan pupuk kimia karena mudah didapatkan ditoko-toko pertanian setempat dan penggunaan pupuk organik dalam budidaya tanaman sayuran belum pernah diaplikasikan dalam budidaya tanaman sayuran, tetapi permasalahannya kelompok tani belum menguasai sistem pengolahan limbah secara benar dan ramah lingkungan, tidak menguasai pengolahan limbah menjadi pupuk organik secara tepat dan benar, masih menggunakan pupuk organik (kotoran sapi dan ayam) yang masih mentah dan belum diolah dengan baik, masih menggunakan pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan, serta tidak memahami aplikasi pupuk organik sebagai produk yang bernilai ekonomi tinggi. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi kelompok tani sayuran dalam meminimalisir penggunaan pupuk kimia dan beralih menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan serta mampu mengolah limbah pertanian dan ternak menjadi pupuk organik dalam meningkatkan produksi sayuran. Program pengabdian terdiri dari tiga tahapan, yaitu sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan pembuatan pembuatan limbah pertanian dan ternak menjadi pupuk organik, serta evaluasi kegiatan pengabdian. Waktu pelaksanaan program adalah selama 1 bulan. Hasil yang diperoleh adalah kesadaran petani akan potensi manfaat pupuk organik bagi tanaman sayuran di Desa Cialam Jaya, meningkatnya pemahaman petani tentang pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian dan ternak dalam meningkatkan hasil produksi tanaman sayuran. Program pelatihan telah dimanfaatkan secara langsung oleh peserta. Tim pengabdian telah menyusun modul dan melakukan pengawasan dengan berkoordinasi dengan ketua kelompok tani untuk mendukung keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa proses kegiatan telah berjalan baik akan tetapi tidak semua anggota kelompok tani menerapkan pembuatan limbah pertanian dan ternak menjadi pupuk organik.
Pemberdayaan Mahasiswa melalui Edukasi dan Pelatihan Pengolahan Limbah Daun di Kebun Ilmu Hayati Hijria Hijria; La Ode Safuan; Rachmawati Hasid; Hartatia Nur; Hadi Sudarmo
Lebah Vol. 19 No. 5 (2026): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i5.549

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pengolahan limbah daun melalui program edukasi dan pelatihan terstruktur. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman praktis mahasiswa terkait pemanfaatan limbah organik serta belum optimalnya keterampilan pengolahan menjadi produk bernilai guna. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pengolahan limbah daun menjadi kompos dan produk turunan lainnya dan evaluasi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan serta observasi kinerja untuk menilai keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa secara signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 52 (pre-test) menjadi 85 (post-test), atau meningkat sebesar 33 %. Selain itu, keterampilan mahasiswa dalam proses pengolahan limbah daun juga mengalami peningkatan, dengan tingkat keberhasilan praktik mencapai 87% berdasarkan indikator ketepatan proses, kualitas produk, dan kemandirian kerja. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi dalam pengembangan model edukasi berbasis praktik yang efektif dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam pengelolaan limbah organik dan memperkuat pentingnya integrasi pembelajaran teoritis dan praktis dalam membangun kompetensi lingkungan yang aplikatif di kalangan mahasiswa