Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Tni Angkatan Darat Dalam Menangani Ancaman Separatisme di Papua Melalui Penerapan Pos Depan Taktis Gabungan Dalam Rangka Operasi Kontra Insurjensi Ananta Yudistia Prabowo; Edy Saptono; Gunaryo Gunaryo
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8049

Abstract

Ancaman separatisme bersenjata di Papua, terutama di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Nduga, menuntut operasi kontra insurjensi yang cepat, terukur, dan tetap membangun dukungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi TNI Angkatan Darat (TNI AD), kendala utama di lapangan, serta penerapan Pos Depan Taktis Gabungan (PDTG) sebagai pola operasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus melalui wawancara, studi dokumen, studi pustaka, dan observasi, kemudian dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan strategi TNI AD mengarah pada pendekatan Smart Power melalui penindakan selektif berbasis intelijen dan pembinaan teritorial untuk memperkuat kepercayaan masyarakat. PDTG dinilai membantu mempercepat aliran informasi, memperkuat penguasaan wilayah, dan meningkatkan interoperabilitas antarsatuan. Kendala utama meliputi medan dan cuaca ekstrem, ketergantungan logistik udara dan evakuasi medis, blank spot komunikasi, dilema aturan pelibatan terkait risiko sipil, serta perbedaan protap dan egosektoral. PDTG efektif sebagai simpul integrasi operasi tempur, intelijen, dan teritorial, namun membutuhkan penguatan tata kelola gabungan. Saran yang diperlukan adalah penguatan doktrin dan protap gabungan, latihan terpadu berkala, serta peningkatan sistem komunikasi taktis dan dukungan logistik yang adaptif.
Strategi Peningkatan Moril Pasukan Melalui Peran Musik Ditajenad Studi Kasus: Satuan Tugas Pembinaan Mental TNI AD dalam Operasi Militer di Aceh Tahun 2003 Anton Indra Pambudi; Edy Saptono; Gunaryo Gunaryo
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8072

Abstract

Penelitian ini membahas strategi peningkatan moril pasukan melalui pemanfaatan musik oleh Direktorat Ajudan Jenderal TNI AD pada kegiatan Satuan Tugas Pembinaan Mental selama Operasi Militer di Aceh tahun 2003. Penelitian bertujuan menganalisis kondisi moril prajurit, faktor pendukung dan penghambat pembinaan mental, serta kontribusi kegiatan musik dalam meningkatkan semangat juang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui analisis dokumen dan wawancara dengan personel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik berfungsi sebagai media komunikasi emosional, penguatan nilai patriotisme, serta peningkatan kohesi satuan. Kegiatan musik mampu menurunkan tingkat stres, meningkatkan motivasi, dan memperkuat ketahanan psikologis prajurit. Dengan demikian, musik menjadi strategi non-tempur yang efektif dalam mendukung kesiapan mental dan keberhasilan operasi militer.