Kelompok difabel masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan. Berdasarkan observasi MPKS DIY, sebagian orang tua masih kurang antusias menyekolahkan anak karena keterbatasan ekonomi, rendahnya kepercayaan diri terhadap kemampuan anak, serta kurangnya pemahaman tentang pendidikan inklusif. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian orang tua melalui penguatan peran dalam mendampingi anak difabel. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi orang tua dalam menyekolahkan anak serta memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga difabel. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan, workshop, ceramah, diskusi interaktif, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi yang dilaksanakan pada 23 April 2026 di SLB Muhammadiyah Imogiri, dan 4 Mei 2026 di SLB Muhammadiyah Dekso dengan melibatkan wali murid. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman, motivasi, dan kesadaran orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Orang tua memilih SLB karena dinilai sesuai dengan kebutuhan anak, didukung guru kompeten, lingkungan kondusif, dan fasilitas memadai. Namun, masih terdapat hambatan seperti kondisi emosional anak, jarak, transportasi, ekonomi, waktu, dan stigma sosial. Sehingga berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa penguatan peran orang tua melalui edukasi dan pendampingan sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan anak berkebutuhan khusus serta perlu keberlanjutan program kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan lembaga sosial.